TOPIK TERPOPULER

Angin Monsun Asia Picu Musim Kemarau di Maros Mundur

Najmi Limonu
Angin Monsun Asia Picu Musim Kemarau di Maros Mundur
Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Maros mundur dari waktu biasanya. Foto: Sindonews/dok

MAROS - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Maros mundur dari waktu biasanya. Itu disebabkan aliran angin Monsun Asia masih cukup kuat sesuai dengan normalnya dan masih berlangsung hingga bulan ini.

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kabupaten Maros, Rakhmat Prasetia Jumat (25/3/2022). Dia mengatakan, kalau kedatangan musim kemarau umumnya berkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia).

Baca Juga: Musim Kemarau di Maros Diprediksi Terjadi Awal Mei

"Hingga Februari 2022, aliran angin Monsun Asia masih cukup kuat sesuai dengan normalnya dan diprakirakan masih berlangsung hingga Maret 2022. Sehingg BMKG memprediksi peralihan angin monsun terjadi seiring aktifnya Monsun Australia pada akhir April 2022 dan mulai mendominasi wilayah Indonesia pada bulan Mei hingga Agustus 2022," jelasnya.

Akibatnya kata dia, musim kemarau di Kabupaten Maros bagian barat diperkirakan terjadi antara Dasarian I-III April.

"Musim kemarau bagian barat diperkirakan terjadi di dasarian I-III bulan April. Sementara untuk bagian tengah terjadi pada dasarian III Mei - II Juni dan bagian timur pada dasarian I - III Agustus," urainya.

Khusus wilayah Maros sendiri kata dia, musim kemarau diperkirakan mundur satu dasarian.

"Untuk wilayah Maros bagian barat diperkirakan akan mundur 1 dasarian. Sedang untuk bagian tengah hingga timur diperkirakan mundur hingga 2 dasarian terhadap normalnya," jelasnya.

Dia juga mengatakan, untuk puncak puncak Musim Kemarau 2022 umumnya akan terjadi pada bulan Agustus dan September. Namun sebagian wilayah barat Kabupaten Maros diperkirakan mengalami puncak musim di bulan Mei.

"Untuk musim kemarau 2022 ini kita juga perkirakan kondisinya normal, meski demikian akan ada peluang ke arah sedikit lebih kering khususnya pada pertengahan tahun," tutupnya.

Baca Juga: Ancaman Kemarau Kering, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Karhutla






(agn)

TULIS KOMENTAR ANDA!