TOPIK TERPOPULER

Mengenal Penyakit Autoimun Alopecia, Penyebab dan Jenisnya

Tim SINDOnews
Mengenal Penyakit Autoimun Alopecia, Penyebab dan Jenisnya
Jada Pinkett Smith didiagnosis alopecia. Foto: Showbiz cast

MAKASSAR - Kerontokan rambut, disebut sebagai alopecia dalam ilmu kedokteran, adalah suatu kondisi yang tidak hanya mempengaruhi kulit kepala tetapi juga seluruh tubuh. Kondisi tersebut ditandai dengan kerontokan rambut yang berlebihan dari kulit kepala pada bercak bulat dan bagian tubuh lainnya.

Kondisi kesehatan ini kembali menjadi pemberitaan setelah insiden Will Smith pada Oscar Awards 2022 yang berlangsung 27 Maret lalu, di mana sang aktor memukul wajah pembawa acara Chris Rock karena membuat lelucon tentang kondisi alopecia istrinya Jada Pinkett-Smith.

Dilansir dari Boldsky, Selasa (29/3/2022), biasanya orang dewasa kehilangan 80-100 helai rambut per hari dari 10 lakh atau 15 lakh helai di kepala mereka. Ini adalah kondisi normal dan rambut rontok adalah fenomena alam. Dalam situasi ketika rambut rontok melebihi normal, perhatian medis diperlukan.

Sekitar 5 persen orang mengalami alopecia, sementara pada orang lain rambut tumbuh kembali setelah rontok. Beberapa kondisi yang mendasari berkontribusi terhadap kerontokan rambut termasuk penyakit, genetik dan efek samping pengobatan.

Baca Juga: Pebulu Tangkis Inggris Ini Melawan Penyakit Alopecia Areata

Penyebab Alopecia

Rambut rontok terjadi setiap hari. Sekitar 100 helai rambut rontok setiap hari pada orang dewasa, tetapi itu tidak diperhatikan karena banyak dari mereka yang tumbuh kembali.

Sampai pertumbuhan dan kerontokan rambut seimbang, itu normal tetapi ketika fenomena ini terganggu karena kondisi tertentu, rambut rontok terjadi. Faktor penyebab rambut rontok adalah sebagai berikut:

1. Keturunan, rambut rontok atau kebotakan terjadi karena genetika

2. Perubahan hormonal, rambut rontok terjadi selama kehamilan, menopause, melahirkan atau karena masalah tiroid

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!