alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dinas Perdagangan Makassar Sasar Ruko Berfungsi Gudang

Vivi Riski Indriani
Dinas Perdagangan Makassar Sasar Ruko Berfungsi Gudang
Aktivitas bongkar muat gudang dalam kota di Kecamatan Tallo, beberapa waktu lalu. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar mulai menyasar keberadaan rumah toko (ruko) yang beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan barang dagangan. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi aktivitas gudang dalam kota.

Kepala Dinas Perdagangan, Andi Muh Yasir meminta seluruh pihak untuk ikut terlibat dalam memantau aktivitas pergudangan dalam kota. Pasalnya, staf yang dimiliki sangat tidak memadai untuk memantau seluruh aktivitas pergudangan.

"Masih ada gudang yang belum terpantau oleh kami, mungkin bangunannya tidak dalam bentuk gudang tapi ruko yang berfungsi sebagai gudang sehingga partisipasi masyarakat sangat kita butuhkan," jelas Yasir.



Makanya itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat jika menemukan adanya ruko yang terindikasi melakukan aktivitas pergudangan agar melapor ke dinas perdagangan untuk segera ditindaklanjuti.

"Kalau ada laporan masyarakat, kita tindaklanjuti apakah dia toko atau gudang," tegasnya.

Meski begitu, dia mengaku tidak memiliki pengawasan khusus terhadap maraknya aktivitas bongkar muat gudang dalam kota. Hanya saja, pengawasan secara rutin terus dilakukan untuk menyasar gudang-gudang melanggar.

Minimnya pemahaman pelaku usaha menjadi salah satu indikasi maraknya aktivitas bongkar muat dalam kota. Untuk itu, pihaknya mengumpulkan seluruh pelaku usaha guna mensosialisasikan regulasi tersebut.

Kata dia, berdasarkan peraturan pemerintah hanya ada dua kawasan yang diperbolehkan melakukan aktivitas pergudangan, yaitu Biringkanayya dan Tamalanrea. Sementara, aktivitas pergudangan diluar wilayah itu merupakan suatu pelanggaran sehingga harus diberikan tindakan tegas.

"Kita berikan sosialisasi tentang pergudangan yang hanya boleh beroperasi di dua kecamatan, Tamalanrea dan Biringkanayya. Tahun lalu sudah ada gudang yang beraktivitas diluar wilayah itu kita tindak, tapi ada juga yang mereka tutup dengan kesadaran sendiri," jelasnya.

Disdag mencatat ada 29 gudang yang masih beroperasi di dalam kota. Tapi tidak semuanya adalah gudang dalam kota, melainkan ada beberapa toko yang dinilai melakukan pelanggaran.

"Ada 29, tapi tidak semuanya gudang. Sehingga kita tidak terpaku terhadap daftar gudang yang telah ada, tetap kita mencari gudang lain diluar 29 itu," ujarnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook