alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bapenda Makassar Naikkan Target Pajak Reklame Hingga Rp35 Miliar

Vivi Riski Indriani
Bapenda Makassar Naikkan Target Pajak Reklame Hingga Rp35 Miliar
Petugas melakukan pemasangan reklame iklan di Jalan Kartini, Makassar beberapa waktu lalu. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, menargetkan realisasi pajak reklame tahun ini bisa mencapai Rp35 miliar. Jumlah ini meningkat Rp4 miliar dari tahun lalu yaitu Rp31 miliar.

Kasubid Reklame, Parkir dan Retribusi Daerah Bapenda Kota Makassar, Adiyanto Said mengaku, optimistis bisa mencapai target.

Karena menurut dia, pada tahun lalu realisasi pajak reklame mengalami over target. "Tahun 2017 lalu realisasi pajak reklame mengalami over target yaitu Rp32 miliar dari target awal Rp31 miliar," kata Said.

Menurut dia, dari seluruh pengguna media reklame hanya sekitar 60% yang taat membayar pajak. Sehingga, dia terus berupaya agar 40% sisanya bisa taat bayar pajak.

Salah satu upaya yang dilakukannya yaitu rutin melakukan penyisiran reklame yang melanggar. Dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Makassar, kebanyakan reklame yang melanggar itu ditemukan di pusat kota. Seperti, Jalan AP Pettarani, Gunung Latimojong, Penghibur, dan Haji Bau.

"Pelanggaran ini bervariasi, hampir seluruh kecamatan, tapi mayoritas di pusat kota, Ujung Pandang, Makasssar, Panakkukang. Hari ini kita menertibkan di Jalan AP Pettarani dan Gunung Latimojong," tukasnya.

Rata-rata, kata dia reklame yang melanggar adalah reklame insidentil (non permanen). Pemasangan reklame insidentil banyak yang melanggar karena tidak memenuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya, reklame itu dipasang di tengah trotoar sehingga mengganggu lalu lintas pejalan kaki.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa tiap hari ada saja reklame yang melanggar, baik itu melanggar cara pasangnya maupun melanggar dengan tidak bayar pajak. Dan itu hampir tiap hari kita temui," ujar Adi sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda, Irwan Adnan menambahkan akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penarikan pajak reklame, karena tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak wajib pajak khususnya reklame yang los.
"Target pajak reklame untuk tahun ini yakin kita capai walaupun masih banyak wajib pajak khususnya wajib keklame yang los, hal tersebut terus diupayakan untuk dioptimalisasi," tandasnya.

Meski begitu, dia mengakui pendapatan pajak di sektor reklame, khusunya reklame insidentil terus mengalami peningkatan, yang awalnya hanya sekitar Rp500 juta, kini sudah mencapai Rp1 miliar.

"Pajak insedentil memiliki loncatan yang bagus, karena awalnya Bapenda hanya mendapat pajak reklame insedentil sekitar Rp500 juta kini pajak reklame insedentil sudah mencapai Rp1 miliar," tutupnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads