alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rasionalisasi Insentif Rugikan Driver Daring, Dewan Segerakan RDP

Hasdinar Burhan
Rasionalisasi Insentif Rugikan Driver Daring, Dewan Segerakan RDP
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Sejak terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) N0 108/2017, sejumlah aplikator transportasi daring atau online melakukan rasionalisasi insentif karena adanya perubahan tarif. Hal ini tentu mengundang protes oleh para driver.   

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi dari sejumlah driver transpotasi daring yang tergabung dalam Aliansi Driver Makassar (ADM) beberapa waktu yang lalu.

Dalam tuntutannya, ADM meminta dewan bisa memediasi driver dengan pihak aplikator transpotasi daring yang melakukan rasionalisasi insentif. Rasionalisasi tersebut dianggap merugikan para driver.
 
“Baru-baru ini kita menerima aspirasi dari para driver taksi online yang merasa dirugikan dengan skema insentif yang dilakukan oleh perusahaannya,” katanya, kemarin.



Ia menjelaskan dalam Permenhub No. 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang resmi diberlakukan hari ini, ada beberapa aturan yang harus dipenuhi oleh transportasi daring, yakni tarif dasar dan kajian aplikator (Go-Jek dan Grab) menjadi perusahaan transportasi.

Merespon diberlakukannya Permenhub tersebut, beberapa aplikator melakukan rasionalisasi insentif, seperti PT Gojek Indonesia. Sebelum Permenhub ini berlaku, driver online bisa mendapatkan insentif Rp350 ribu untuk 13 rute perjalanan. Namun, setelah Permenhub diberlakukan, driver Gojek baru mendapatkan insentif Rp250 ribu jika mendapatkan 16 rute perjalanan.

Karena itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya bakal menggelar Rapat Dengar Pendapat mengenai hal ini. “Dalam waktu dekat ini kita gelar RDP terkait aspirasi ini,” katanya. 



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook