TOPIK TERPOPULER

PerkuatPemberitaan Ramah Anak, STC Bentuk Jurnalis Sahabat Anak di Sulsel

Alfiandis Nur Hidayat
PerkuatPemberitaan Ramah Anak, STC Bentuk Jurnalis Sahabat Anak di Sulsel
Peserta workshop pemberitaan ramah anak yang diselenggarakan Save the Children (STC) Indonesia. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Save the Children (STC) Indonesia membentuk Jurnalis Sahabat Anak di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Inisiatif tersebut diawali dengan workshop yang digelar di Hotel Santika pada, Minggu (15/5/2022).

Pembentukan Jurnalis Sahabat Anak oleh STC, organisasi yang berfokus pada upaya pemenuhan hak-hak anak dengan dukungan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini, dalam rangka memperkuat publikasi dan pemberitaan ramah anak.

Baca juga: Pengujian UU Pers, AJI, AMSI, dan IJTI Ajukan Permohonan sebagai Pihak Terkait

Dalam workshop itu, berbagai materi disampaikan oleh STC Indonesia. Salah satunya oleh Ika Ningtyas, Sekretaris Jenderal AJI. Ia memaparkan terkait pemberitaan yang ramah anak, framing dan angle pemberitaan yang mengedepankan perspektif hak anak.

Termasuk tantangan yang dialami para jurnalis dalam menerapkan pemberitaan ramah anak. Melalui kegiatan workshop yang dihadiri 45 Jurnalis dari berbagai perwakilan media di Sulawesi Selatan ini diharap, meningkatkan kapasitas jurnalis dalam pemberitaan yang mengedepankan perspektif hak anak.  

“Pemenuhan hak anak tentunya perlu didorong oleh semua pemangku kepentingan termasuk di antaranya adalah media. Media memiliki peranan yang sangat penting dalam memperkuat suara dan/atau isu mengenai hak anak, sekaligus mengadvokasi pihak terkait pengemban tugas dalam mengupayakan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak.” Jelas Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia.

Baca juga: AJI Nilai Kebebasan Pers Memburuk di Tengah Pandemi

Dalam kesempatan ini, STC Indonesia juga memperkenalkan Troy Pantouw sebagai Chief of ACCM (Advocacy, Campaign, Communication and Media). Ia merupakan penanggung jawab utama seluruh strategi dan implementasi STC Indonesia dalam bidang advokasi, kampanye, komunikasi dan media.

Dalam sambutannya via virtual, Troy Pantouw memberikan apresiasi terhadap inisiatif STC memberikan edukasi peliputan ramah anak, melihat peemberitaan anak penting guna menunjang pemenuhan hak anak Indonesia. 

“Apresiasi kepada rekan media di Sulawesi Selatan. Jurnalis Sahabat Anak akan dibentuk di sebanyak-banyaknya wilayah di Indonesia. Ini penting untuk memastikan semua komitmen, rencana aksi tentang pemenuhan hak anak dapat di suarakan lebih luas di Indonesia dan tentunya Save the Children sangat membutuhkan kerja sama dengan media dari berbagai wilayah dan platform,” tandasnya.

Baca juga: Soal Vaksinasi COVID-19, AJI Bandar Lampung: Jangan Istimewakan Wartawan  

Sementara itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang meratifikasi Konvensi Hak Anak dan telah memperkuat komitmen Indonesia dengan membuat UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dengan UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23/2022 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu, Peraturan Dewan Pers Nomor: 1 Tahun 2019 tentang pedoman Pemberitaan Ramah Anak juga menjelaskan bahwa pemberitaan ramah anak bertujuan untuk mendorong para insan pers menghasilkan berita yang bernuansa positif, berempati dan bertujuan melindungi hak, harkat dan martabat anak–anak.



(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!