alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kejari Tunggu Salinan Putusan Moses dari Pengadilan

Sri S Syam
Kejari Tunggu Salinan Putusan Moses dari Pengadilan
Anggota C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Mustaqfir Sabry alias Moses (baju hitamred) saat sidang kasus korupsi bansos. Foto : Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar tengah menunggu salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Sulsel 2008 yang menjerat Anggota C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Mustaqfir Sabry alias Moses.

Salinan putusan itu rencananya akan diserahkan Pengadilan Tipikor Makassar hari ini Senin (09/04/3018) kepada jaksa untuk dilakukan eksekusi atau penahanan. "Nanti kita tunggu. Kalau sudah ada salinan putusan maka kami akan eksekusi segera," tegas Kasi Pidsus Kejari Makassar, Andi Helmi Adam kepada SINDOnews.

Sebelumnya, Humas PN Tipikor Makassar, Bambang Nur Cahyono mengaku telah memiliki salinan putusan lengkap dari MA. Pihaknya pun akan segera menyerahkan salinan tersebut kepada jaksa.



Data SINDOnews, petikan putusan sudah dikirim ke Pengadilan Tipikor Makassar serta pihak berperkara sejak 30 Juni 2016. Berkasnya juga telah dikirim ke pengadilan pengaju pada 31 Mei 2017.

Dalam putusan kasasi ini, vonis bebas yang sebelumnya diberikan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar berubah lebih berat menjadi lima tahun penjara. Moses juga dikenai denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Tak hanya itu Moses juga dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp230 juta dengan ketentuan jika tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu 1 bulan sejak putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Penjeratan Moses bermula saat Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) untuk APBD 2008 sebesar Rp151 miliar. Bansos itu ditujukan kepada berbagai kegiatan yang dinilai perlu.

Salah satu pihak yang mengajukan proposal adalah Mustagfir, atas petunjuk anggota DPRD Provinsi Sulsel, Adil Patu. Dari proposal itu mengucur uang Rp530 juta untuk kegiatan olah raga dan sosial kemasyarakatan.

Ternyata dana itu tidak jelas pertanggung jawabannya. Atas hal itu, penyidik menelusuri kasus tersebut. Pada 29 Juli 2015, jaksa menuntut Mustaqfir selama 3 tahun penjara. Tapi pada 12 Agustus 2015, Pengadilan Tipikor Makassar menolak tuntutan itu dan membebaskan Mustaqfir dari seluruh jerat hukum. Mustagfir pun dikeluarkan dari tahanan. Atas hal itu, jaksa tak terima dan mengajukan kasasi.

Majelis hakim MA pada putusan kasasinya 16 Juni 2016, mengganti hukuman bebas menjadi 5 tahun penjara denda sebesar Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Tak hanya itu Moses juga dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp230 juta dengan ketentuan jika tidak membayar uang pengganti tersebut.

Dalam waktu 1 bulan sejak putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Putusan ini telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah namun eksekusi terhadap Moses belum dilakukan jaksa dengan alasan salinan putusan lengkap belum dikirim MA ke pengadilan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook