alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Kim Jong-un Hentikan Rencana Aksi Militer Terhadap Korea Selatan

Agus Nyomba
Kim Jong-un Hentikan Rencana Aksi Militer Terhadap Korea Selatan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Foto: Yury Smituik/TASS

PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un membuat keputusan untuk menangguhkan rencana aksi militer terhadap Korea Selatan.

Hal ini berdasarkan laporan media lokal Yonhap mengutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Dilaporkan Kim memimpin pertemuan Komisi Militer Pusat awal dari Partai Buruh Korea yang berkuasa melalui konferensi video.



Baca Juga: Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir

"Pada pertemuan pendahuluan, Komisi Militer Pusat [Partai Buruh Korea] mempertimbangkan situasi yang ada dan menunda rencana aksi militer terhadap Korsel yang dibawa untuk pertemuan kelima Komisi Militer Pusat Ketujuh oleh Staf Umum Korea. Tentara Rakyat," tulis laporan KCNA kantor berita Korea Utara yang dilansir dari TASS, Rabu, (24/06/2020).

Pertemuan membahas item agenda kebijakan militer utama yang akan diletakkan sebelum pertemuan kelima Komisi Militer Pusat WPK Ketujuh. Para peserta juga mempelajari laporan dan keputusan, yang akan diserahkan ke pertemuan kelima.

"Dan beberapa dokumen yang membawa langkah-langkah negara untuk lebih memperkuat pencegah perang negara," kata KCNA.

Diketahui, hubungan Korea Selatan dan Korea Utara kian memanas. Bahkan, pada 22 Juni, KCNA melaporkan bahwa Pyongyang menerbitkan 12 juta selebaran propaganda untuk disebarluaskan di Korea Selatan oleh lebih dari 3.000 balon. Pada 16 Juni, Korea Utara meledakkan kantor penghubung bersama dengan Seoul di Kaesong sebagai tanggapan terhadap selebaran propaganda yang dikirim oleh para aktivis Korea Selatan.

Baca Juga: Korut-Korsel Diambang Perang, Kim Jong-un Justru Tinggalkan Pyongyang

Ketegangan antara kedua Korea meningkat setelah Pyongyang mengumumkan rencana untuk mengerahkan unit-unit militer di Kumgangsan dan Kaesong, memulai kembali semua jenis latihan militer di dekat perbatasan dengan Selatan dan mengembalikan pos keamanan di daerah paling berbahaya di zona demiliterisasi yang sebelumnya diturunkan di sesuai dengan perjanjian dengan Seoul.



(agn)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak