TOPIK TERPOPULER

Dompet Dhuafa Sulsel Siap Salurkan 500 Hewan Kurban hingga ke Pelosok

Alfiandis Nur Hidayat
Dompet Dhuafa Sulsel Siap Salurkan 500 Hewan Kurban hingga ke Pelosok
Dompet Dhuafa Sulsel menggelar konferensi pers terkait program Tebar Hewan Kurban. Foto/Dok Dompet Dhuafa

MAKASSAR - Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Dhuafa (DD) Sulsel kembali akan menggelar program Tebar Hewan Kurban (THK) dengan menjangkau 13 kabupaten/kota di 2 provinsi, dengan target 5.000 penerimaa manfaat.

Rencananya, Dompet Dhuafa Sulsel bakal menyalurkan 500 hewan kurban rentang 9-12 Juli, dalam rangka Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Ratusan hewan kurban itu meliputi kambing standar, kambing premium, dan sapi.

Baca Juga: Stok Hewan Kurban Sulsel Aman Tahun Ini, Siap Juga Suplai Daerah Lain

Sementara itu, pemilihan 13 kabupaten/kota terdiri dari Sinjai, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep Pare-Pare, Pinrang, Bone, Selayar, Mamuju Polman, Bantaeng, dan Jeneponto. Pemilihan lokasi merupakan hasil dari riset sebagai daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang mengalami defisit daging kurban, daerah muslim minoritas, daerah pasca bencana, serta beberapa daerah pelosok yang mengalami krisis pangan.

Hal ini juga menjadi bentuk komitmen dari Dompet Dhuafa untuk memberikan manfaat daging kurban secara merata kepada para warga prasejahtera, yang kesulitan menjangkau daging serta upaya untuk meminimalisir penumpukan daging kurban di perkotaan.

“Kita tidak akan sasar daerah yang melalui survei telah terpenuhi daging kurban, jadi syaratnya itu belum pernah sama sekali ada kurban, jadi kriteria pemilihan tempat suplai kurban itu kita melakukan survei, sehingga daging kurban dari para donatur dapat tersalurkan secara merata,” kata Rahmat Hidayat HM, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel pada sesi konferensi pers yang digelar di Kampung Ternak Macanda Dompet Dhuafa Sulsel, Rabu (15/6/2022).

Sebagaimana juga menurut hasil riset dari Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan bahwa, potensi kurban Indonesia tidak terdistribusi secara merata. Hal ini mencerminkan kesenjangan pendapatan antar wilayah di Indonesia khususnya wilayah kota dan pelosok.

Pada program THK tahun ini, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi kurban meski di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dompet Dhuafa bersama dengan mitra menjamin akan melakukan Quality Control pada setiap hewan kurban agar kesehatan hewan terjaga dan memenuhi syariat Islam untuk dikurbankan.

“Quality Control akan kita lakukan sehingga mungkin kita akan kualifikasi untuk dua sampai tiga Minggu ke depan se belum kita melakukan pemotongan hewan kurban. Mungkin kita akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan dalam mengecek Quality hewan kurban yang kita potong, dan kita memang perhatikan apakah benar-benar sehat,” tegasnya.

"Kita tidak akan potong dan tidak akan kita tawarkan kepada donatur supaya tetap kualitas terbaik jadi kita mau sebagai jembatan untuk memberikan kurban terbaik sebagai penyedia,” sambungnya.

Baca Juga: Idul Adha Tahun Ini, Sulsel Siapkan 42 Ribu Sapi Kurban

Selain itu, Dompet Dhuafa juga taat kepada segala bentuk instruksi dan ketentuan pelaksanaan qurban oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Nilai lebih dari adanya program THK Dompet Dhuafa adalah pendistribusian daging yang menerapkan sistem eco-friendly yang mana daging kurban dibungkus dengan besek bambu, telo bag, daun pisang atau jati sebagaimana kearifan lokal setempat. Dengan begitu, ibadah kurban tak akan mencemari lingkungan.

Program THK juga memiliki nilai sosial, sebab THK mengajak masyarakat untuk ikut kebaikan ibadah kurban dan mendistribusikannya hingga ke pelosok daerah. Serta menjadi nilai ekonomi yang telah memberdayakan para petani dan peternak sehingga menjadi lebih sejahtera.



(tri)

TULIS KOMENTAR ANDA!