TOPIK TERPOPULER

Sepekan Operasi Patuh di Makassar, Polisi Jaring 1.884 Pelanggar

Ansar Jumasang
Sepekan Operasi Patuh di Makassar, Polisi Jaring 1.884 Pelanggar
Personel Satlantas Polrestabes Makassar tampak memberikan pengarahan kepada seorang pengendara roda empat yang terjaring dalam Operasi Patuh 2022. Foto/SINDOnews/Ansar Jumasang

MAKASSAR - Satlantas Polrestabes Makassar menjaring ribuan pelanggar, baik pengendara roda dua maupun roda empat selama satu pekan pelaksanaan Operasi Patuh 2022 di Kota Makassar. Adapun operasi ini diketahui berlangsung sejak 13 Juni hingga 26 Juni mendatang.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda, merinci selama satu pekan terakhir ini, pihaknya menjaring 1.884 pelanggar di beberapa titik lingkup Kota Daeng. Mayoritas adalah pengendara roda dua dengan jumlah mencapai 1.669 pelanggar. Sisanya, pengendara roda empat sebanyak 215 pelanggar.

Baca Juga: Operasi Patuh di Makassar, Polisi Musnahkan Ratusan Knalpot Bising

Rata-rata pelanggaran pengendara roda dua adalah tidak menggunakan helm, kemudian menggunakan knalpot bising alias brong. Sedangkan pelanggaran pengendara roda empat disebutnya adalah lalai, dimana banyak ditemukan saat menyetir sedang menggunakan handphone.

"Rata-rata pelanggaran kendaraan roda dua itu tidak menggunakan helm, utamanya anak-anak (sekolah). Termasuk juga orang dewasa banyak. Tapi kami tidak tilang, hanya menyarankan untuk kembali ke rumah mengambil helm. Kalau pengguna knalpot brong, justru tidak banyak, mungkin karena sempat waktu penindakan ada perusakan knalpot jadi mungkin sudah pada ganti," kata Zulanda.

"Kalau pelanggar pengendara mobil paling banyak menggunakan handphone. Safety belt (sabuk pengaman) sudah ada peningkatan kesadaran," sambung dia.

Dari ribuan pelanggar untuk kendaraan roda dua, ia mengklaim tak ada yang dikenakan denda tilang. Hanya pengendara roda empat sebanyak 34 kendaraan yang ditindak lewat tilang Electronic Traffic Law Enformcement (ETLE).

Hal itu dilakukan lantaran Operasi Patuh lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Sebab untuk tindakan represif atau penindakan hukum itu ditekankan hanya menggunakan ETLE. Masyarakat atau pengendara yang kedapatan melanggar bakal disanksi, namun bukan dengan tilang, mengingat masih dalam pra-penerapan pola tilang eloktronik atau ETLE Mobile. Namun ke depannya pelanggar akan ditilang.

"Seluruh pelanggar hanya divideokan, lalu didata dan diberikan pencerahan, begitu saja polanya. Nanti habis Operasi Patuh, baru tilangnya open lagi. Operasi ini kita lebih memperkuat ke teguran dan tilangnya ke ETLE cuman ETLE inikan ada prosesnya. Kalaupun ditemukan pelanggaran, tidak serta merta langsung ditilang saat itu juga. Jadi diberikan penilangan kita tunggu dia konfirmasi apakah benar itu kendaraanya atau bukan," terangnya.

Operasi Patuh 2022 sendiri digelar di 13 titik di Kota Makassar. Di antaranya yakni di Jalan Borong Raya, Jalan Hertasning, Jalan Pengayoman, Jalan Boulevard, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sultan Alauddin, Jalan Ratulangi, Jalan Cenderawasih, Jalan Deng Tata, Jalan Sungai Saddang, Jalan Gunung Latimojong dan di sekitaran wilayah pelabuhan Jalan Nusantara.

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!