alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Kejari Watampone Ajukan Banding Vonis 20 Hari Kades Ijazah Palsu

Supriadi Ibrahim
Kejari Watampone Ajukan Banding Vonis 20 Hari Kades Ijazah Palsu
Ilustrasi/SINDOnews

WATAMPONE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Watampone sepertinya tidak menerima vonis yang dijatuhkan terhadap Kepala Desa (Kades) Sengeng Palie, Kabupaten Bone, Herman atas kasus ijazah palsu. Herman diketahui hanya dijatuhi vonis 20 hari kurungan penjara yang terbukti menggunakan ijazah palsu saat mendaftar pemilihan kepala desa (Pilkades), 2015 lalu.

Untuk itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Watampone, akan mengambil langkah banding ke Pengadilan Tinggi atas putusan tersebut.

“Jaksanya mengajukan banding atas putusan tersebut. Kami telah menerima pernyataan sikap jaksa kemarin. Kita lakukan upaya banding untuk menguji apakah ada kekeliruan keputusan hakim atau tidak."kata Kasi Pidum Kejari Bone, Adnan Hamzah, ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/4/2018) tadi.

Lanjut Adnan, menjelaskan bahwa, terdakwa Herman dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuaan ijazah sebagaimana dakwaan JPU pasal 263 ayat 2 KUHP tindakan pidana surat palsu.

Diketahui Herman divonis bersalah dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri(PN) Watampone, Kabupaten Bone, Kamis (5/4/2018) belum lama ini oleh Majelis Hakim, Reza Syukur.

Berdasarkan uraian putusan, perbuatan Herman bermula dari informasi dari Amirullah yang juga mantan kades yang kalah di Pilkades 14 November 2015 lalu melaporkan kasus itu pada  30 Desember 2015.

Kemudian majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah menjatuhkan hukuman selama dua puluh hari. Yang memberatkan terdakwa divonis hukaman itu karena perbuatannya telah merugikan orang lain, sedangkan yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan dan belum pernah dihukum.

"Jadi Kemarin secara resmi sudah kita ajukan( ke Pengadilan Tinggi), kami sudah mempelajari semua ada kejanggalan makanya kami melakukam banding."Jelas Hamka.

Sementara itu, Kepala Desa Sengeng Palie, Herman yang dihubungi melalui via selulernya, menanggapi banding yang akan dilakukan JPU Kejari Watampone, itu menyerahkan sepenuhnya kepada proses tersebut berjalan sesuai aturan.

"Atas vonis saya 20 hari itu saya sudah terima, namun jika jaksa ingin melakukan banding atau menilai ada keganjalan atas putusan hakim, kami tetap mengikuti apapun keputusannya nanti," singkatnya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads