alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Panwas Rekomendasi Paslon Juara Didiskualifikasi, Ini Tanggapan Tim

Chaeruddin
Panwas Rekomendasi Paslon Juara Didiskualifikasi, Ini Tanggapan Tim
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, HM Judas Amir dan Rahmat Masri Bandaso (JUARA). Foto: dok/SINDOnews

PALOPO - Tim pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, HM Judas Amir dan Rahmat Masri Bandaso (JUARA), meminta agar seluruh tim tetap tenang menanggapi rekomendasi Panwaslu merekomendasi jagoannya didiskualifikasi pada Pilwalkot mendatang.

Hal itu diungkapkan Wahyudi Junus, Anggota Tim 10 Rumah Kerja Judas Amir, menurutnya, pihaknya sejauh ini masih percaya dengan kinerja para penyelenggara Pilkada di Kota Palopo.

Bahkan dirinya bersama Tim Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo, HM Judas Amir dan Rahmat Masri Bandaso (JUARA) berkeyakinan jika tidak akan ada kotak kosong dalam perhelatan Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo 2018.

"Pak Judas dan Pak RMB (Rahmat Masri Bandaso.red) telah menyampaikan ke tim agar tetap tenang dan yakinlah akan kemenangan JUARA. Pak Judas dan RMB juga meminta seluruh tim agar tidak terpancing dengan kabar tersebut apa lagi mengambil langkah-langkah yang bisa menciderai pelaksanaan demokrasi di Palopo," ujarnya.

Diketahui, Panitia pengawas (Panwas) Kota Palopo menemukan adanya pelanggaran karena saat menjabat Judas Amir melakukan mutasi.

Temuan tersebut, membuat Panwaslu Palopo merekomendasikan agar pasangan Juara ini didiskualifikasi.

Laporan ini dimuat dalam surat Panwas Kota Palopo tentang pemberitahuan status laporan/temuan yang ditandatangani oleh Ketua Panwas Palopo, Syafruddin Djalal, nomor 008/LP/PW/Kot./27.03/IV/2018.

Disebutkan berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan/temuan yang masuk dan hasil kajian Pengawas Pemilu maka diberitahukan status laporan.

Dalam keterangan di kolom pertama disebutkan nama pelapor Hamsah dan terlapor HM Judas Amir. Kolom kedua menuliskan nomor laporan/temuan 008/LP/PW/Kot./27.03/IV/2018.

Selanjutnya kolom ketiga menyebutkan status laporan/temuan dimana tertulis, merupakan pelanggaran terhadap pasal 71 ayat 2 undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan direkomendasikan kepada Ketua KPU Palopo.

Kemudian kolom terakhir menyebutkan instansi tujuan/alasan disebutkan adalah KPU Palopo. Surat Panwas tersebut ditandatangani oleh Ketua Panwas Palopo pada selasa kemarin 17 april 2018.

Kepada KORAN SINDO, Syafruddin Djalal menegaskan, surat tersebut benar dan dikeluarkan oleh Panwas Palopo dan ditandatangani olehnya langsung. "Benar itu surat kami dan saya yang tanda tangan," ujar Ketua Panwas Palopo.

Selanjutnya dijelaskan olehnya bahwa, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Judas Amir, Wali Kota Palopo non aktif yang juga adalah Calon Wali Kota Palopo terkait laporan mutasi yang dilakukan saat menjabat yang dipermasalahkan dan dilaporkan Hamsah.

Dari hasil klarifikasi dan pemeriksaan terhadap Judas Amir dan beberapa pihak terkait, Panwas menemukam adanya pelanggaran pasal 71 ayat 2 undang-undang nomor 10 tahun 2016.

Dijelaskan lebih jauh dalam undang-undanh nomor 10 tahun 2016 ini mengatur tentang pemilihan Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Wali Kota atau Wakil Wali Kota.

Sesuai isi dalam undang-undang diatas kata Ketua Panwas Palopo menyebutkan terdapat larangan melakukan mutasi bagi kepala daerah dalam waktu enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon kepala daerah, sampai dengan akhir masa jabatan, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

"Ketentuan ini yang dilanggar oleh Judas Amir. Olehnya itu kami terbitkan surat pemberitahuan diatas ke KPU," ujarnya.

Terkait dampak dari surat tersebut, Syafruddin Djalal mengatakan bahwa paslon tersebut dalam hal ini Judas Amir bisa saja didiskualifikasi sebagai peserta dalam Pilwalkot Palopo.

"Kita sama-sama mengatahui bahwa, dampak dari pelanggaran pasal diatas, adalah diskualifikasi sebagai peserta pilkada. Tapi itu ranahnya KPU," ujarnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
sindonews ads