TOPIK TERPOPULER

KH Syam Amir Yunus Komandoi Dewan Hakim MTQ Provinsi Sulsel di Bone

Justang Muhammad
KH Syam Amir Yunus Komandoi Dewan Hakim MTQ Provinsi Sulsel di Bone
Para Dewan Hakim MTQ Provinsi Sulsel yang digelar di Kabupaten Bone. Foto: Sindonews/Justang Muhammad

BONE - KH Syam Amir Yunus yang juga Pimpinan Ponpes Tahfidzhul Quran Imam 'Ashim, kembali dipercaya oleh Lembaga Pengembangan Tilawatl Qur’an (LPTQ) Kementerian Agama Provinsi Sulsel untuk mengkomandoi dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

MTQ ke-32 tingkat Propvinsi Sulsel dilaksanakan di Kabupaten Bone yang saat ini berlangsung dari tanggal 24 Juni-1 Juli.

Baca Juga: Tuan Rumah MTQ Sulsel, Bone Siapkan Pembukaan Spektakuler

“Tugas sebagai koordinator dewan hakim sangatlah berat karena kita harus bekerja secara profesional," ungkapnya di sela-sela lomba di Masjid Itikaf, Jalan Makmur, Kota Watampone, Selasa (28/6/2022).

Ditunjuknya KH Syam Amir sebagai koordinator dewan hakim bukan tanpa alasan, sebab sebelum diangkat sebagai koordinator dewan hakim, KH Syam Amir senantiasa menjuarai setiap event perlombaan Al-Quran baik MTQ provinsi, nasional sampai Internasional.

Begitu pula pada event Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ). Prestasinya diantaranya, Juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 20 juz di Pekanbaru, Riau di tahun 1994. Juara 1 tafsir Bahasa Arab di Palu tahun 2000. Masuk 10 besar MTQ Internasional di Mekkah tahun 1995 serta Juara 4, 30 juz MTQ Internasional di Iran tahun 2000.

Dan sederet prestasi yang diraih KH Syam Amir di ajang MTQ provinsi maupun nasional. Bahkan KH Syam Amir dipercaya menjadi official setiap ajang MTQ Internasional.

Selain berpretasi di ajang lomba, KH Syam Amir selama ini juga dipercaya untuk menjadi dewan hakim. Tercatat sudah 6 kali menjadi dewan hakim MTQ nasional dan 1 kali dewan hakim STQ Nasional serta 4 kali dewan hakim MTQ mahasiswa nasional.

KH Syam Amir melanjutkan, tentu menjadi koordinator dewan hakim bukanlah amanah ringan, baginya, pekerjaan sebagai koordinator dituntut bertanggung jawab serta harus adil, professional, cermat, teliti, punya dedikasi dan indepebden tidak mudah terpengaruh dengan kepentingan dan godaan.

Baginya setelah di SK-kan sebagai koordinator dewan hakim bersama dewan hakim lainnya, langkah pertama yang dilakukan adalah mengadakan orientasi untuk memaksimalkan tugas dalam memberikan penilaian terbaik.

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!