TOPIK TERPOPULER

Dinas PKP Parepare Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak di Tiga Perbatasan

Darwiaty Dalle
Dinas PKP Parepare Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak di Tiga Perbatasan
Pengawasan lalu lintas hewan kurban oleh petugas Dinas PKP Parepare di salah satu perbatasan Kota Parepare dengan kabupaten tetangga. Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle

PAREPARE - Dinas Pertanian, Kelautan, Perikanan (PKP) Pemerintah Kota Parepare, melalui Bidang Peternakan, melakukan pengawasan lalu lintas hewan ternak dalam rangka menyambut Idul Adha.

Pengawasan ternak kurban ini dibagi menjadi tiga tim. Mereka disebar melakukan pengawasan lalu lintas hewan kurban yang melintas melalui pos perbatasan.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Pemkot Parepare Gelar Pasar Murah

Kepala Bidang Peternakan, drh Nurdin mengatakan, tiga perbatasan yang menjadi fokus perhatian itu karena menjadi perlintasan lalu lintas hewan kurban antar daerah. Tiga titik itu yakni pos perbatasan Parepare-Barru, perbatasan Parepare-Sidrap, dan Pos Perbatasan Parepare-Pinrang.

"Kegiatan telah dimulai tanggal 4 sampai 9 Juli 2022. Adapun tim masing-masing didampingi petugas dari Dinas Perhubungan," jelas Nurdin.

Baca juga: Pemantauan Harga Pangan di Parepare Digencarkan Jelang Idul Adha

Pengawasan lalu lintas ternak yang diperketat, kata Nurdin lagi, guna memastikan hewan kurban yang nantinya dikonsumsi khususnya masyarakat Parepare, sehat dan tidak bermasalah. Hal ini sesuai arahan dan perintah Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

"Jadi sesuai petunjuk Bapak Wali (Taufan Pawe), kita ingin memastikan status kesehatan hewannya bahwa betul-betul sehat dengan memeriksa dokumen Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," jelas Nurdin.

Sementara itu, Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana mengatakan, syarat sapi kurban harus dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat Islam.

Baca juga: Wali Kota Parepare Imbau Warga Waspadai Cacar Monyet

Sapi yang telah diperiksa kesehatannya dan layak jual kata dia, ditandai dengan terbitnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan diberi tanda berupa warna pada bagian tanduk sapi.

"Hewan yang layak ini akan diterbitkan SKKH, itu tandanya sudah memenuhi syarat baik kesehatan maupun syariat. Sapi minimal berumur dua tahun dan kambing berumur satu tahun sesuai ketentuan syariat Islam," tandas Wildana.





(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!