TOPIK TERPOPULER

Pasca-kebakaran, Bupati Bone Target Pembangunan Bola Soba Dimulai Tahun Ini

Justang Muhammad
Pasca-kebakaran, Bupati Bone Target Pembangunan Bola Soba Dimulai Tahun Ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone berencana kembali membangun rumah adat Bola Soba, yang diketahui sempat terbakar pada Maret 2021. Foto/SINDOnews/Justang

BONE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone berencana kembali membangun rumah adat Bola Soba, yang diketahui sempat terbakar pada Maret 2021. Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, bahkan memasang target agar ikon daerah itu mulai dibangun ulang pada tahun ini.

Rumah adat Bola Soba yang baru akan dibangun di wilayah Palakka, Kabupaten Bone. Sejauh ini, sementara dilakukan proses pembebasan lahan. Tahapan ini ditarget rampung dalam waktu sebulan.

Baca Juga: Rumah Adat Bola Soba Kabupaten Bone Hangus Terbakar

"Di Palakka, Insya Allah pembangunan Bola Soba. Untuk lahannya sudah jelas, tidak ada masalah. Pemilik juga sudah setuju. Target satu bulan ini sudah selesai masalah pembebasan lahan, sisa dibayar," kata Bupati Fahsar, dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Dalam rapat ekspose Bola Soba di Kantor Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Bone, Bupati Fahsar juga telah meminta segera merampung desain rumah adat tersebut. Adapun rapat itu turut dihadiri oleh budayawan, tokoh masyarakat, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

"Saya tidak minta dua kali lebih besar, karena pasti akan bertambah tiangnya. Padahal kita tidak mau ganggu jumlah tiangnya. Intinya segera lengkapi desainnya, model bangunan, dan ukurannya agar bisa dibuat segera," ungkap dia.

Bupati Fahsar menambahkan, kalau sudah lengkap desainnya baru akan dilakukan lelang. Persoalan belakang nanti soal bangunannya, bisa setelah desainnya jadi baru dirapatkan kembali. "Kalau sudah selesai desain langsung dilelang. Pokoknya tahun ini target sudah harus dibangun," tegasnya.

Baca Juga: 2 Rumah Tak Berpenghuni di Kawasan Rumah Adat Attakkae Terbakar

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Bone, Budiono, menuturkan pihaknya sudah memanggil pemilik lahan untuk membicarakan hal tersebut. Musababnya, dalam lahan itu ada penggarap yang sementara bekerja.

"Sebenarnya tidak ada masalah. Kita maunya ada kepastian soal lahan, jangan sampai kita beli lahannya baru muncul masalah. Dalam lahan itu hanya ada satu orang pemilik, cuma ada yang kebetulan garap, tetapi kita upayakan bulan ini sudah selesai," tukasnya.



(tri)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!