TOPIK TERPOPULER

Kepala Sekolah dan Operator di Luwu Timur Ikut Sosialisasi Akun Belajar.id

Fitra Budin
Kepala Sekolah dan Operator di Luwu Timur Ikut Sosialisasi Akun Belajar.id
Suasana sosialisasi pemanfaatan akun Belajar.id di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur. Foto: Humas Pemkab Luwu Timur

LUWU TIMUR - Kepala sekolah dan operator sekolah tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Luwu Timur mengikuti sosialisasi pemanfaatan akun Belajar.id, mulai tanggal 14 hingga 16 Juli.

Sosialisasi pemanfaatan akun Belajar.id diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur. Sosialisasi dilakukan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur.

Baca juga: Desa dan Kelurahan di Luwu Timur Bersaing di Lomba Perpustakaan 2022

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luwu Timir, Masdin mengatakan, sosialisasi menindaklanjuti Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Akun Akses Layananan Pembelajaran bagi Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Menurut Masdin, akun pembelajaran digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses Iayanan pembelajaran berbasis elektronik.

Masdin mengurai data tingkat aktivasi akun pembelajaran saat ini untuk Provinsi Sulawesi Selatan baru mencapai 44,99 persen. Di Kabupaten Luwu Timur berada di angka 41,59 persen.

"Jika dirincikan, PAUD,13,07 %, SD 51,72 %, SMP 43,13%, Kesetaraan 12,87%," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap setelah selesai sosialisasi pemanfaatan akun ini dapat meningkatkan persentase aktivasi akun pembelajaran di Luwu Timur menuju implementasi Kurikulum Merdeka yang sebagian mulai dilaksanakan pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah tahun ajaran 2022/2023 sesuai kesiapan sekolah.

Baca juga: Rekomendasi Golkar Hambat Proses Penetapan Calon Wakil Bupati Lutim

"Pendidikan memang tanggung jawab negara secara kontitusional. Tetapi secara moral adalah tanggung jawab kita semua. Jadi seluruh komponen bangsa harus terlibat untuk memajukan pendidikan dan negara menjadi fasilitator," ujarnya.

"Alhamdulillah Pemerintah Daerah Luwu Timur dalam penganggaran senantiasa memenuhiĀ  Mandatory Spending Anggaran 20 Persen di Bidang Pendidikan," tambah Masdin.



(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!