alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Sumbangan Dana Kampanye NH-Aziz Capai Rp17 M, Agus-TBL Rp630 Juta

Luqman Zainuddin
Sumbangan Dana Kampanye NH-Aziz Capai Rp17 M, Agus-TBL Rp630 Juta
Pasangan calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Empat pasangan calon (Paslon) pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur (Pilgub) Sulsel, resmi menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) di KPU Sulsel.

Data yang diperoleh KORAN SINDO dari divisi hukum KPU Sulsel menunjukkan LPSDK milik pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar adalah yang paling tinggi. Sumbangannya mencapai Rp17.875.000.000 miliar rupiah. Sumbangan itu berasal dari Paslon sendiri.

Pada posisi kedua, ada nama Paslon Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memiliki sumbangan Rp3.000.000.000 miliar yang bersumber dari berbagai elemen. Lalu selanjutnya, ada Paslon Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman diangka Rp1.102.820.000 miliar. Terakhir ada nama Paslon Agus Arifin Numang - Tanribali Lamo dengan LPSDK Rp630.000.000 juta.

"Laporan itu mulai dimasukkan pada tanggal 20 April yang lalu, terakhir 21 April sesuai aturannya begitu. Akan diumumkan selanjutnya," ungkap staf bagian hukum KPU Sulsel Andriani Tandy saat ditemui di kantornya Senin, (23/04/2018).

Meski sudah menyerahkan LPSDK, tapi laporan tersebut nampaknya masih akan bertambah. "Itu laporan awal. Masih ada sumbangan lagi," ujar juru bicara Agus- Tanribali, Anas Raja Andi saat dikonfirmasi lewat pesan whatsAppnya.

Paslon Pilgub Sulsel lainnya pun demikian. Dana sumbangan yang masuk setelah LPSDK ini dimasukkan akan kembali dilaporkan sebagai laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) di akhir masa kampanye nantinya.

"LPSDKnya diminta dimasukkan paling lambat 20 April. Selanjutnya masih ada lagi LPPDK (laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye) yang akan dilaporkan setelah kampanye," ujar Liaison Officer (LO) NH-Aziz, Ziaurrahman kepasa KORAN SINDO.

Komisioner divisi hukum KPU Sulsel Haerul Mannan membenarkan hal tersebut. Eks ketua KPU Parepare itu menjelaskan, bahwa sumbangan dana yang masuk setelah LPSDK dimasukkan ke KPU 21 April lalu, masih akan dilaporkan nantinya.

"Tetap nanti dilapor, kemudian diaudit oleh kantor akuntan publik (LAP) yang dikontrak oleh KPU Sulsel untuk melakukan audit terhadap validitas dana kampanye tersebut," kata Haerul di KPU Sulsel.

Selain LAP, validitas dan kontrol terhadap dana kampanye tersebut kata Haerul juga bisa dilakukan oleh masyarakat. "Kalau ada hal yang dianggap menyimpang, bisa dilaporkan ke Panwaslu," katanya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads