alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

KPU Makassar Tidak Akan Langsung Mengeksekusi Putusan MA

Luqman Zainuddin
KPU Makassar Tidak Akan Langsung Mengeksekusi Putusan MA
ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar belum mengambil sikap terkait keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasinya. Mereka berencana berkonsultasi ke KPU Sulsel hingga pusat.

Komisioner KPU Makassar Rahma Saiyed menuturkan, sudah menerima salinan keputusan MA yang menolak kasasinya. Namun, KPU tidak akan langsung mengeksekusi putusan tersebut.

Baca Juga : Prof Hambali Thalib : Hukum Telah Mengobrak-abrik Demokrasi

"KPU Makassar akan melakukan koordinasi dan konsultasi dengan kuasa hukum kami, KPU provinsi dan pusat, seperti apa keputusan yang akan kami tetapkan nanti," ujar Rahma kepada SINDOnews.

Ketua KPU Makassar Syarif Amir, lanjutnya pada saat yang bersamaan juga berada di Jakarta. Hanya saja Syarif di Jakarta memang tidak dalam kondisi mengikuti putusan MA. Tapi, untuk ikut rapat koordinasi logistik bersama KPU Makassar.

"Tentu kami akan mengonsultasikan ini kepada KPU Sulsel dan KPU RI. Ketua KPU Makassar sekarang sengan berada di Jakarta. Dia sedang rapat logistik, tapi sekaligus konsultasi ke KPU RI," kata perempuan yang pernah berprofesi sebagai jurnalis ini.

Rahma mengakui, saat ini pihaknya diperhadapkan dengan kondisi yang berat. Mengingat, ada dua keputusan yang saat ini sama-sama mengikat terhadap persoalan ini. Yakni, keputusan Panwaslu Makassar yang menilai tak ada kekeliruan dalam keputusan KPU, lalu terbaru MA yang mengeluarkan keputusan sebaliknya.

Dan putusan MA final, pun juga putusan Panwaslu bersifat final dan mengikat, sebab lembaga tersebut memiliki kewenangan dalam menyelesaikan sengketa proses, baik dalam pemilu maupun pilkada.

"KPU Makassar belum berani mengambil keputusan seperti itu dengan cepat, tergantung nanti hasil konsultasi kami dengan kuasa hukum dan KPU diatas kami," pungkasnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads