TOPIK TERPOPULER

Optimistis Tak Ada Musdalub Golkar Sulsel, TP: 24 DPD II Sayang Sama Saya

Muhaimin Sunusi
Optimistis Tak Ada Musdalub Golkar Sulsel, TP: 24 DPD II Sayang Sama Saya
Taufan Pawe menyampaikan optimismenya tak akan ada pelaksanaan Musdalub Golkar Sulsel, Minggu (24/7/2022). Foto/Muhaimin Sunusi

MAKASSAR - Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Taufan Pawe (TP) terus digoyang. Berbagai serangan diterima TP untuk menggulingkannya dari kursi 01 Beringin Sulsel.

Terbaru ialah rapat pleno yang dilaksanakan Kadir Halid selaku Ketua Harian DPD I Golkar Sulsel. Salah satu poin hasil rapatnya ialah meminta DPP segera mencabut surat keputusan (SK) TP sebagai Ketua DPD I.

Baca Juga: Rapat Pleno Tanpa Taufan Pawe, Golkar Sulsel Hasilkan Lima Poin

Selanjutnya ialah serangan somasi kubu Nurdin Halid (NH), yang dilancarkan tim kuasa hukumnya Syahrir Cakkari. Ini imbas dari tudingan TP yang menyebut NH sebagai otak gerakan Kadir dkk untuk melengserkannya.

TP tak menampik bila semua serangan ini untuk menggulingkannya selaku Ketua DPD I Golkar Sulsel. Prosesnya ialah mendesak dilaksanakan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) untuk pemilihan ketua baru.

Terkait wacana itu, TP mengaku sudah mengetahuinya. Namun ia optimis DPP sama sekali tak akan melaksanakan Musdalub untuk mengganti dirinya.

"Tidak ada itu Musdalub. Tidak akan pernah terjadi itu Musdalub. Saya sangat yakin itu," kata TP saat ditemui di Makassar pada Ahad, 24 Juli 2022.

TP menilai, pelaksanaan Musdalub juga tak bisa sembarangan. Salah satu syaratnya ialah harus ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh pengurus Golkar tersebut.

"Sementara di pengurusan kami, sama sekali tidak ada pelanggaran. Saya juga tidak pernah ditegur DPP, jika ada salah. Jadi memang kita sudah menjalankan partai sesuai dengan aturan main yang ada," ujarnya.

Baca Juga: Sejam Ngobrol, Taufan Pawe dan IAS Bahas Dinamika Politik Sulsel

Wali Kota Parepare ini melanjutkan, lagian dorongan Musdalub harus ada dari bawah yakni DPD II kabupaten/kota. Karena mereka merupakan pemilik suara yang sah dalam Musda atau Musdalub.

"Nah sementara 24 DPD II kabupaten/kota sayang sama saya. Dan saya juga sayang sama mereka semua. Saya yakin, tak ada yang menginginkan itu (Musdalub)," jelasnya.





(agn)

TULIS KOMENTAR ANDA!