TOPIK TERPOPULER

Inspektorat Luwu Timur Minta Rekanan Kerjakan Proyek Sesuai Perencanaan

Fitra Budin
Inspektorat Luwu Timur Minta Rekanan Kerjakan Proyek Sesuai Perencanaan
Ilustrasi. Foto: Istimewa

LUWU TIMUR - Inspektorat Kabupaten Luwu Timur meminta kepada pihak kontraktor proyek pembangunan Islamic Center dan Stadion Malili agar bekerja sesuai dengan perencanaan.

Sekretaris Inspektorat, Alamsyah kepada SINDOnews, Senin (8/8/2022) menjelaskan bahwa kedua proyek tersebut masuk dalam proyek strategis.

Baca juga: Luwu Utara Terima Kucuran Dana Tugas Pembantuan Tiap Tahun dari Kemendag RI

"Kalau dua proyek ini masuk pada probity audit, karena dari awal kita dampingi, masih dari awal reviu HPS setelah ada pemenang lalu penandatanganan kontrak, teman-teman dampingi itu," kata dia.

"Jadi kalau proyek strategis itu, masuk di KPK itu," tambah Alamsyah.

Untuk nantinya, kata Alamsyah, pihaknya yang tergabung pada tim juga akan selalu mengingatkan para pihak rekanan dalam bentuk laporan. Alamsyah juga bepesan agar pihak rekanan pada pekerjaan mega proyek ini agar selalu bekerja sesuai dengan perencanaan.

Baca juga: Buka Turnamen Bola Basket, Bupati Lutra Harapkan Olahraga Dicintai

Untuk diketahui, proyek lanjutan pembangunan Stadion Malili senilai Rp14,2 miliar di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur segera dikerjakan. Pembangunan Stadion Malili ini akan dikerjakan PT Arafah Alam Sejahtera dan Konsultan pengawas, CV Duta Kontruksi.

Saat ini sudah dilakukan penandatanganan kontrak dengan pihak rekanan. Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Lukman mengatakan, lapangan Stadion Malili ini akan menggunakan rumput jenis Zoysia Matrella yang berstandar FIFA.

Baca juga: Bupati Lutim Harapkan PKK Mampu Laksanakan 10 Program Pokok

Sedangkan untuk pembangunan Islamic Center di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyiapkan Rp5,3 miliar untuk pembebasan lahan.

Islamic Center ini akan dibangun di atas lahan bekas Terminal Malili. Untuk lahan itu 1,5 hektare adalah milik Pemkab Luwu Timur atau aset pemda, kemudian 2 hektare milik warga yang akan diganti rugi.



(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!