TOPIK TERPOPULER

Seminar Kebangsaan Kalla Institute: Kebijakan Pendidikan Kunci Restorasi Nasionalisme

Syamsi Nur Fadhila
Seminar Kebangsaan Kalla Institute: Kebijakan Pendidikan Kunci Restorasi Nasionalisme
Kalla Institute menggelar Seminar Kebangsaan di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Jalan Kajaolalido, Senin (15/8/2022). Foto: Istimewa

MAKASSAR - Kebijakan pendidikan disebut menjadi kunci restorasi semangat nasionalisme. Hal itu mengemuka dalam seminar kebangsaan yang digelar Kalla Institute dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, serta menjadi bagian dari tugas akhir mahasiswa Kalla Institute.

Dalam seminar itu, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Januar Jaury Dharwis mengungkapkan, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Sebab SDM unggul akan menjunjung tinggi nasionalisme.

Baca juga: Buruan Daftar, Penerimaan Mahasiswa Baru Kalla Institute Ditutup September

"Kebijakan bidang pendidikan itu bisa keluar dari sebuah kebijakan yang dihasilkan oleh Presiden dan DPR, serta Pemda dan DPRD. Kalau salah satu instrumennya tidak berkualitas, kira kira seperti apa hasilnya?" ungkap Januar.

Jaury mengemukakan bahwa sikap nasionalisme, khususnya bagi remaja juga sangat penting agar mereka tidak menjadi pribadi yang apatis. Apalagi, tak sedikit dari mereka yang akan menjadi calon pemilih dalam pemilihan umum.

"Sikap nasionalisme para pemilih pemula ini harus mereka wujudkan dalam keterlibatan menyeleksi calon pemimpin bangsa. Turut juga meng-guidance lingkungan sekitar untuk memberikan kepercayaan produk-produk yang berkualitas, jangan produk-produk yang pragmatisme," tuturnya.

Masifnya informasi global dari ruang digital, kata dia, menjadi tantangan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan sikap patriotisme di kalangan remaja. Oleh karena itu, dia meminta agar pemerintah menyusun strategi untuk memaksimalkan penguatan nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan.

"Inilah diperlukan filter di sini karena paham-paham nasionalisme itu kan cair, tidak ada yang baku. Bergantung kebutuhan masing-masing negara. Ada yang menganggap nasionalisme itu identitas, tetapi di sisi lain, dianggap rendah bangsa lain," jelas dia.

Di lain sisi, dia berujar jika nasionalisme yang berlebihan, apalagi tak disertai nilai ketuhanan dan kemanusiaan, justru bisa mempertajam perbedaan. Sehingga, juga sangat penting untuk memahami nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa untuk menahan laju globalisasi masif yang tidak sedikit yang bertentangan dengan adat ketimuran.

"Lagi-lagi, nasionalisme yang melekat pada diri kita menjadi filter dan Pancasila menjadi menjadi benteng untuk mengurai semua disrupsi tentang pembauran idealisme dan globalisasi," tandasnya.

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!