TOPIK TERPOPULER

Yayasan Kalla dan DT Peduli Luncurkan Program Pemberdayaan Mualaf

Marhawanti Sehe
Yayasan Kalla dan DT Peduli Luncurkan Program Pemberdayaan Mualaf
Suasana Program Pembinaan Mualaf yang dilaksanakan Yayasan Hadji Kalla bersama DT Peduli. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Yayasan Hadji Kalla dan Daarut Tauhiid (DT) Peduli meluncurkan program Pemberdayaan Mualaf. Program ini dihadirkan di momen HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

Sebagaimana diketahui, mualaf merupakan pilihan untuk memeluk Islam dengan kesadaran dan keimanan kepada Allah. Bagi seorang mualaf, tentunya membutuhkan motivasi, dukungan, dari komunitas untuk menambah wawasan, juga dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

Baca juga: Daarut Tauhiid Peduli Sulsel Salurkan Daging Kurban di Empat Daerah

Dengan program kolaborasi dari Yayasan Hadji Kalla dan Daarut Tauhiid (DT) Peduli ini, mualaf akan diberikan pendampingan yang dibutuhkan. Termasuk bantuan kemandirian ekonomi bagi yang bersangkutan dan keluarganya. Program ini akan digulirkan selama 3 bulan.

Tahap pertama secara intensif sepekan diadakan dua kali pertemuan dengan pembinaan keagamaan. Mereka akan dibimbing langsung oleh ustaz yang berpengalaman di bidangnya.

Selain itu juga akan ada pembekalan bidang ekonomi, termasuk pemberian modal usaha. Pertemuan tiap pekannya akan mengoptimalisasi bagaimana mereka memasarkan produk dari media sosialnya.

Ada tiga titik lokasi yang jadi sasaran program pemberdayaan ini. Yakni 2 titik area Kota Makassar dan satu titik area Kabupaten Gowa.

Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Ustazah Aliyah. Sebagai mentor menjahit, untuk pemberian modal usaha menjahit di salah satu titik pemberdayaan yakni Telkom Mas, ia mengaku senang bisa berbagi ilmu, khususnya ibu-ibu, bagaimana bekerja dari rumah.

"Sangat dibutuhkan di zaman sekarang, contoh kecil misalnya ketika menjahit jilbab perempuan ini sangat banyak peminatnya, apalagi kami dipertemukan penghafal Quran yang asalnya adalah mualaf, masyaa Allah sesuatu rezeki bagi saya untuk bisa bertemu dengan keluarganya Allah," kata dia.

Baca juga: Berantas Buta Alquran, CQ Foundation dan DT Peduli Deklarasikan Program Ini

Sementara itu, Ustaz Muftie Adil menyampaikan materi tentang akidah di pertemuan pemberdayaan menyampaikan bahwa banyak orang yang ingin belajar, tapi tidak semua diberikan hidayah oleh Allah.

"Banyak yang ingin menghafal Quran tapi tidak semua bisa masuk pondok dan menghafal, bersyukur kita dipilih oleh allah untuk menjadi generasi terbaik, semua yang terjadi atas izin Allah, semua Allah yang mengatur jadi banyak-banyak berdoa dan giat dalam belajar dan yakin ke Allah, akan Allah berikan kemudahan disetiap pengorbanan," pungkasnya.





(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!