TOPIK TERPOPULER

Gubernur Sulsel Minta APDESI Fokus Tekan Stunting dan Anak Tidak Sekolah

Syamsi Nur Fadhila
Gubernur Sulsel Minta APDESI Fokus Tekan Stunting dan Anak Tidak Sekolah
Pelantikan DPD APDESI Susel Periode 2022-2027 digelar di Baruga Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (22/8/2022). Foto: SINDOnews/Syamsi Nur Fadhilah

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman meminta para kepala desa untuk fokus dalam menekan angka stunting dan anak tidak sekolah (ATS). Hal itu perlu dilakukan untuk mendorong terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Permintaan itu diungkapkan Andi Sudirman usai melantik Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Susel Periode 2022-2027 di Baruga Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Sulsel Kejar Target Imunisasi Harian 24.295 Orang Anak

"Kami ingin para kepala desa bersama-sama mendorong dan mengawal SDM anak-anak kita yang lebih unggul. Sepatutnya generasi bangsa dipersiapkan baik-baik, termasuk menjauhkan dari risiko stunting, sebab stunting memiliki hubungan yang erat dengan penyiapan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Termasuk menekan anak tidak sekolah untuk kembali bersekolah," beber Andi Sudirman.

Melalui program Aksi Stop Stunting, dia berharap APDESI berperan penuh untuk menurunkan angka stunting di kabupaten/kota yang saat ini angkanya masih cukup tinggi.

"Pentingnya untuk memberikan edukasi kepada keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan dan memberikan edukasi gizi pada anak dan ibu hamil, serta pasangan yang akan menikah," bebernya.

Selain itu, sebagai wujud komitmen membangun generasi unggul, Pemprov Sulsel mencanangkan aksi PASTI BERAKSI (Penanganan Anak Tidak Sekolah Berbasis Aksi Kolaborasi). Program ini sudah berhasil mengajak kembali anak yang putus sekolah sebanyak 14.700 orang.

Baca juga: Imunisasi Campak dan Rubella di Sulsel Capai 69 Persen

PASTI BERAKSI hadir sebagai salah satu solusi sehingga para pemangku kepentingan bisa bersatu menyusun rencana aksi hingga implementasi di lapangan dalam upaya mengembalikan anak tidak sekolah untuk kembali bersekolah baik di sekolah formal maupun non-formal serta mencegah anak berisiko putus sekolah agar tidak putus sekolah.

"Investasi SDM lebih utama dibandingkan yang lain. Hal itu pula sejalan dengan program prioritas Presiden Jokowi dalam peningkatan sumber daya manusia yang andal menuju generasi emas," jelasnya.

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!