TOPIK TERPOPULER

Pemkab Maros Bimtek Perlindungan Anak untuk Pertahankan Predikat KLA

Najmi S Limonu
Pemkab Maros Bimtek Perlindungan Anak untuk Pertahankan Predikat KLA
Bupati Maros, AS Chaidir Syam saat membuka bimtek Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Rabu (24/8/2022). Foto: Sindonews/Najmi S Limonu

MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, bertekad akan mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak.

Karenanya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Maros menggelar pembentukan dan bimtek Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Baca Juga: Bupati Maros Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2021 di Polres Maros

Bimtek PATBM tersebut dibuka langsung oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam, dan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Rabu (24/8/2022).

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Maros, Fitri Adecahya menjelaskan, PATBM merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya- upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan prilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

"Menjadi aksi dalam pencegahan dan respons cepat kekerasan terhadap anak di tingkat desa dan kelurahan. Peserta yang hadir adalah perangkat desa dan kelurahan dari Kecamatan Bantimurung, Maros Baru, Tompobulu, Simbang, Camba, dan Mallawa," sebutnya.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyebutkan, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan. Maka butuh peran semua pihak dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak kepada anak.

"Butuh komitmen semua jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten. Salah satunya yakni memberikan perlindungan berbasis masyarakat," sebutnya.

Menurutnya, penumbuhan inisiatif masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap anak yang perlu dibangun paling dini. Ia berharap penghargaan Maros sebagai Kabupaten Layak Anak dengan predikat Madya bisa naik ke predikat Nindya atau bahkan Utama.

"Alhamdulillah kita sudah mendapat predikat Madya, jika gerakan kita lebih bisa menyentuh tingkat bawah seperti desa/kelurahan, predikat yang kita peroleh bisa lebih dari Madya. Salah satunya dengan membentuk dan melibatkan Forum anak pada setiap kegiatan ditingkat desa dan kelurahan," tuturnya.

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!