TOPIK TERPOPULER

ASN Ungkap Dugaan Peran Pejabat Atur Pemenang Tender di Wajo

M Reza Pahlevi
ASN Ungkap Dugaan Peran Pejabat Atur Pemenang Tender di Wajo
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok

WAJO - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wajo, Taufik Razak diduga terlibat dalam pengaturan pemenang tender proyek.

Hal itu diungkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Wajo yang menjadi sumber SINDOnews. ASN yang meminta identitasnya tak dipublikasi menjelaskan, praktik atur mengatur pemenang tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Wajo, telah terjadi sejak lama.

Baca juga: Atlet Biliar Peraih 2 Medali di PON Papua Belum Terima Bonus dari Pemkab Wajo

Taufik pun menurut ASN tersebut diduga menjadi aktor intelektual yang mampu mengatur penentuan pemenang tender. Hal itu tidak lepas dari jabatan Taufik yang sebelumnya sebagai Kabag Barang dan Jasa Setda Wajo.

"Saya harus membongkar praktik ini, kalau dibiarkan terus akan banyak teman-teman rekanan yang dirugikan. Saya juga terbebani dengan praktik ini. Saya akan ceritakan semuanya tapi tolong jangan sebut sumber informasi ini dari mana," ujar ASN itu, Kamis (25/8/2022).

Meski saat ini Taufik sudah tidak menjabat sebagai Kabag Barang dan Jasa, sumber SINDOnews itu bilang, intervensi masih tetap dilakukan. Pengalaman serta orang-orang yang menjadi kaki tangan yang bersangkutan masih berada di Bagian Barang dan Jasa.

Baca juga: Festival Danau Tempe 2022 Curi Perhatian Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Menurut ASN tersebut, salah satu proyek yang senter diisukan berhasil diatur Taufik yakni, pembangunan Jembatan Soreanglopie di Kecamatan Belawa, senilai Rp14.121.167.000.

Pekerjaan konstruksi itu dimenangkan CV Bintang Silalouw, perusahaan asal Kabupaten Pinrang. Sayangnya progres pekerjaan jembatan di Sungai Bila ini mengalami keterlambatan. Bahkan penyedia jasa, telah menerima Surat Peringatan (SP) 1, Rabu, 10 Agustus lalu dan terancam putus kontrak. Sebab realisasi fisik tidak sebanding dengan waktu terpakai.

Tidak hanya itu, salah satu proyek yang diduga akan kembali diatur oleh Taufik yakni, pengadaan bibit murbei dari satuan kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, (Disperindagkop UKM) Wajo, dengan nilai Pagu sebesar Rp1.150.000.000 di APBD 2022.

Baca juga: Dewan Soroti Terkait Dugaan Monopoli Anggaran Bappelitbangda Wajo

"Saat ini sudah masuk persiapan lelang. Taufik diduga telah menunjuk salah satu rekanan untuk dijadikan sebagai pemenang dalam proyek pengadaan murbai itu. Kami dan teman-teman juga terbebani atas permintaannya," terangnya

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Wajo, Taufik Razak, belum berhasil dimintai keterangannya usai awak media mendatangi ruang kerjanya. Ponsel pribadi miliknya, sampai sampai berita ini diterbitkan juga tidak dapat dihubungi.





(luq)

TULIS KOMENTAR ANDA!