TOPIK TERPOPULER

Konsultasi Revisi RDTR, Sekkab Lutra Minta Sungai Masamba jadi Perhatian

Fitra Budin
Konsultasi Revisi RDTR, Sekkab Lutra Minta Sungai Masamba jadi Perhatian
Pemkab Lutra menggelar Konsultasi Publik I (KP I) Penyusunan Revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Masamba Tahun 2022 di Aula Bappelitbangda Kab. Luwu Utara, Senin (29/8/22). Foto/Istimewa

LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara (Pemkab Lutra) menggelar Konsultasi Publik I (KP I) Penyusunan Revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Masamba Tahun 2022 di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu Utara, Senin (29/8/22).

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Luwu Utara, Armiadi, menjelaskan apabila berbicara soal RDTR, dasar hukumnya banyak, untuk penegasan dalam revisi RDTR Lutra, khususnya Kota Masamba.

Baca Juga: Banjir di Lutra Terjadi Karena Sungai Masamba Meluap

"Setelah banjir bandang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya Sungai Masamba, harus dipertegas zonanya apakah merah kuning atau hijau. Kalau merah berarti kita tidak boleh lagi membangun daerah tersebut, zona kuning boleh membangun tetapi diikuti dengan persyaratan, kalau hijau berarti tidak ada masalah," ungkap dia.

Lanjut Armiadi, hal ini harus jelas kepada masyarakat karena pemerintah daerah memberikan kompensasi yaitu hunian tetap.

"Kita juga mempunyai aset di Taman Sulikan dan Taman Pintar yang dulu ingin dibuatkan jembatan untuk menghubungkan juga area persawahan beberapa titik di Masamba kurang lebih 400 ha, khususnya di wilayah Kappuna Kasimbong," tuturnya.

Jadi, kata Armiadi, perlu diperjelas termasuk ruang terbuka hijau yang menjadi pekerjaan bersama. RTH boleh saja direvisi tapi harus dipastikan ada pengganti lahannya.

"Terkait potensi, hampir seluruh desa dan kelurahan masuk di Kabupaten Luwu Utara dalam kategori rawan bencana. Apa yang harus kita lakukan di hulu untuk mencegah hal tersebut, banyak pakar yang menawarkan untuk penghijauan," tuturnya.

"Semua perlu di urai di RDTR, apa yang tertuang didalam RDTR akan menjawab kemungkinan yang akan terjadi. Kita perlu bersinergi dan kolaborasi, kita turun bersama-sama untuk mencegah terjadinya banjir dan perlu menjadi perhatian kita semua," sambung Armiadi.

Baca Juga: Relawan Telusuri Sungai Masamba Cari Korban Banjir Bandang

Olehnya itu, kata Armiadi, kita diundang semua stakeholder terkait serta NGO untuk merumuskan konsultasi publik I karena pasti ada lanjutannya dan ini kebutuhan untuk Kabupaten Luwu Utara.

"RDTR nanti akan menjawab persoalan-persoalan yang ada dan mungkin terjadi karena sosialisasi ke masyarakat tidak boleh simpang siur untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.



(tri)

TULIS KOMENTAR ANDA!