TOPIK TERPOPULER

Pemkot Palopo Punya 14 Ribu Relawan Berantas Peredaran Narkoba

Chaeruddin
Pemkot Palopo Punya 14 Ribu Relawan Berantas Peredaran Narkoba
Pencanangan Sulsel Tangguh Bersih dari Narkoba, Bersinar bersama Badan Narkotika Nasional, BNN bersama Polda Sulsel di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Makassar. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Palopo, Judas Amir. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

PALOPO - Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2015 Kota Palopo sudah memiliki 14 ribu relawan anti narkoba.

Ini dia ungkap pada acara deklarasi pencanangan Sulsel Tangguh Bersih dari Narkoba, Bersinar bersama Badan Narkotika Nasional, BNN bersama Polda Sulsel di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Makassar, Rabu (31/8/2022).

Baca juga: Pelaku UKM di Palopo Dibekali Pelatihan Barista dan Desain Grafis

Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala Daerah Sulawesi Selatan, termasuk Wali Kota Palopo dan Kapolres Palopo AKBP DR (C) Muh Yusuf Usman, Kepala BNN Palopo AKBP Ustim Pangarian, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palopo Hasanuddin, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Palopo Wahyudin.

Hadir sebagai pembicara, Kepala Badan Narkotika Nasional, BNN Republik Indonesia Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana, Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari.

Nana Sudjana menjelaskan, Provinsi Sulsel dapat dikatakan darurat narkoba. Hal tersebut berdasarkan data hasil pengungkapan tahun 2021 sebanyak 1.942 kasus, penyelesaian perkara 1.223 dengan tersangka sebanyak 2.578.

"Kita berharap di tahun 2022 menurun, namun fakta lapangan hingga Agustus 2022 cukup tinggi dengan hasil ungkapan 1.435 kasus, penyelesaian perkara 1.093 dan tersangka diatas 1.500," rincinya.

Olehnya itu, Nana Sudjana berharap, dengan adanya kegiatan ini, menghadirkan semua elemen, kasus narkotika di Sulsel dapat menurun.

Nana Sudjana menganggap kehadiran seluruh kepala daerah memberikan semangat untuk melakukan langkah pencegahan dan pemberantasan narkotika di Sulsel.

"Tentu tantangan kita semakin berat. Ada juga ancaman kamtibmas lainya dari jalanan, radikalisme dan perkembangan persiapan tahapan demokrasi 2024. Kita harus bersama-sama mengatasi hal ini," tekannya.

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!