TOPIK TERPOPULER

Polisi Atensi Robohnya Proyek Penahan Dinding Bendungan Kalola

M Reza Pahlevi
Polisi Atensi Robohnya Proyek Penahan Dinding Bendungan Kalola
Robohnya penahan dinding proyek pemeliharaan berkala Bendungan Kalola di Kabupaten Wajo mulai menjadi antensi Aparat Penegak Hukum (APH). Foto/SDA PUPR

WAJO - Robohnya penahan dinding proyek pemeliharaan berkala Bendungan Kalola di Kabupaten Wajo mulai menjadi antensi Aparat Penegak Hukum (APH). Hal itu diutarakan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Theodorus Echeal Setiyawan, saat ditemui di Mapolres Wajo, Rabu (31/8/2022).

Ia mengaku hingga sekarang pihaknya masih memantau perkembangan proyek tersebut dari pemberitaan di media massa. Bahkan telah turun ke lokasi di Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo. "Kita sudah lama memantau pekerjaan itu," ujar dia.

Baca Juga: Polres Wajo Perketat Perbatasan untuk Antisipasi Pemudik

Robohnya penahan tebing sekitar 100 meter di sisi barat pada saluran pembuangan Bendungan Kalola itu masih tahap pelaksanaan pekerjaan dan menjadi tanggung jawab dari penyedian jasa, CV Karya Persada, perusahaan asal Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Terkait potensi kerugian negara proyek senilai Rp8,5 miliar itu. Pria disapa Theo itu belum bisa memberikan keterangan. Masa kontrak pelaksanaan masih berjalan hingga 15 Desember mendatang. Begitu juga waktu pemeliharaan 180 hari kalender.

"Yang pastinya kita akan terus pantau pelaksanaan," ucap dia.

Baca Juga: Polres Wajo Tangkap Komplotan Pencuri Hewan Ternak

Sebelumnya, Wakil Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menuturkan ada beberapa hal yang menyebabkan kerusakan pada proyek konstruksi. Selain karena pengaruh alam, juga wajib diperhatikan adalah perencanaan menyesuaikan kondisi di lapangan. Kedua pekerjaan penyedia jasa mesti sesuai perencanaan. Ia berharap penyedia jasa menyelesaikan tugasnya, sehingga outputnya segera dinikmati masyarakat.

"Kalau pun masih terjadi kerusakan setelah masa kontrak selesai. Aparat Penegak Hukum (APH) memiliki kewenangan bilamana terdapat dugaan kerugian negara," pungkasnya.



(tri)

TULIS KOMENTAR ANDA!