alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PLN Sulselrabar Siap Layani Pelanggan Industri di Sulteng

Tim Sindonews
PLN Sulselrabar Siap Layani Pelanggan Industri di Sulteng
Penantadanganan MoU antara PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) dengan PT Macika Mineral Industri. Foto : Istimewa

KENDARI - PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) menggelar acara PLN Forum Smelter yang diadakan di Ballroom Hotel Grand Clarion Kendari, Jumat (4/5/2018). Dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi.

Acara ini dilakukan untuk mengajak stakeholder berinvestasi dan menanamkan modalnya serta menegaskan bahwa PLN siap menyuplai listrik kepada pelanggan khususnya industri smelter di Sulawesi Tenggara.

Apalagi mengingat meningkatnya pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Tenggara, menarik PLN untuk mengajak seluruh investor untuk berinvestasi di wilayah ini.



Untuk itu, PLN menujukkan keseriusannya melakukan penandatanganan MoU dengan PT Macika Mineral Industri.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi, Syamsul Huda menyampaikan kebangaannya terhadap Sulawesi Tenggara. Potensi industri khususnya smelter nikel sangat besar. Dan tentunya salah satu syarat utama berkembangnya industri ini yaitu jaminan energi dan pasokan tenaga listrik. Pasokan listrik yang dibutuhkan adalah sebesar 3.370 MW.

"Inilah tugas kami selaku penyedia tenaga listrik.  Untuk itu, di Forum Smelter PLN ini, akan kami sampaikan kesiapan dan upaya serius PLN untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik smelter khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara," pungkas Syamsul Huda.

Sementara, General Manager PLN Wilayah Sulselrabar, Bambang Yusuf menyampaikan agar investor tidak ragu untuk berinvestasi di Sulawesi Tenggara karena PLN siap untuk melayani para investor berapapun daya yang dibutuhkan.

Saat ini PLN sedang gencar membangun infrastruktur kelistrikan di provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari program listrik 35.000 MW untuk Indonesia. "Kami siap melayani pelanggan smelter dengan daya listrkk berapapun, kapanpun, dan dimanapun dan mudah-mudahan industri smelter dapat berkembang di Sulawesi Tenggara," ungkap Bambang Yusuf.

Khusus di Sulawesi Tenggara, sistem kelistrikan Wotu-Kolaka-Kendari akan terinterkoneksi pada akhir tahun 2018.

Acara PLN Forum Smelter ini diharapkan menjadi media komunikasi dan momentum yang solutif bagi semua sehingga industri smelter dengan potensi yang sangat besar ini dapat terwujud sesuai rencana yang pada akhirnya nanti ikut memajukan perekonomian Sulawesi Tenggara dan ikut dirasakan oleh masyarakat dampak baiknya.

PLN menyatakan siap melayani kebutuhan listrik pelanggan dan jangan ragu berinvestasi di Sulawesi Tenggara menggunakan listrik PLN.

Sedangkan, Gubernur Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi berkomitmen untuk mendukung agar industri Smelter mengoptimalkan PLN dalam memenuhi kebutuhan daya listrik demi provinsi Sultra yang lebih baik lagi.

Diketahui, penandatangaan MoU tersebut bertujuan agar PLN siap memasok listrik untuk perusahaan smelter dengan layanan Premium Platinum menyusul 2 industri yang sudah melaksanakan MoU sebelumnya yaitu PT Ceria Nugraha Indotama dengan kebutuhan daya 350 MW dan PT Bintang Smeler Indonesia dengan kebutuhan daya 323 MW.

Sampai saat ini tercatat 35 industri smelter dan 7 unit usaha yang terdiri dari pabrik pemecah batu, pengolahan aspal, pelabuhan, serta Rumah Sakit yang ingin mengembangkan usahanya di provinsi Sulawesi Tenggara.

Kesanggupan ini ditandai dengan kondisi kelistrikan di Kendari dan Baubau yang saat ini memiliki surplus daya sebesar 32,8 MW. Sistem kelistrikan di Kendari dan Baubau sendiri memiliki daya mampu sebesar 112,5 MW dan beban puncak sebesar 79,7 MW. Hal ini merupakan peluang bagi para investor untuk mengembangkan usaha dan PLN siap mendukung kemajuan ekonomi Sulawesi Tenggara.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads