TOPIK TERPOPULER

Potensi Bisnis Barang Meningkat, PT PELNI Gelar Audiensi dengan Pelanggan

Tim SINDOnews
Potensi Bisnis Barang Meningkat, PT PELNI Gelar Audiensi dengan Pelanggan
Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani memberikan hadian undian kepada pelanggan muatan sekaligus pemilik perusahaan pengiriman barang Muhammad Rivai, asal Surabaya pada malam shipper gathering di JW Mariott Hotel, Surabaya, Jumat (2/9). Foto: PT Pelni

SURABAYA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar audiensi dengan sejumlah perusahaan pengirim barang asal Surabaya di JW Marriot Hotel, Surabaya, Jumat (2/9). Pertemuan ini digelar sebagai rangkaian dari cara Perusahaan merayakan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September. 

Audiensi yang berjalan santai dan bersahabat. Dari PT PELNI turut hadir Komisaris Kristia Budiarto, Direktur Utama Tri Andayani, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano, Kepala Cabang Surabaya Haeru Rijal dan sejumlah pimpinan PT PELNI dari Kantor Pusat Jakarta maupun perwakilan PELNI Cabang Surabaya. 

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, Kiat Pelni Lawan Angkutan Udara

Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani merupakan penggagas pertemuan ini. Dirinya memandang penting untuk dapat mempertemukan manajemen tertinggi sebagi pembuat kebijakan dengan pelanggan Perusahaan sebagai penerima langsung dampak kebijakan dan sangat mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan jasa PELNI atau tidak. 

"Makan malam berlangsung cair dan terbuka. Kami ingin mendengarkan langsung dampak kebijakan kami terhadap pelaku usaha di lapangan. Harus ada sinkronisasi antara kebijakan dengan kebutuhan pelaku usaha dengan prinsip saling menguntungkan. Kami berharap perusahaan pengiriman barang di manapun melihat keseriusan PT PELNI untuk terus memberikan yang terbaik," ujar Anda, sebutan akrab Tri Andayani. 

Sementara itu, Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Yossianis Marciano menyampaikan hal senada. Sebagai muara pergerakan barang ke wilayah tengah dan timur, sangat penting bagi PT PELNI untuk mendapatkan masukan dari para pengusaha pengirim barang di Surabaya. 

"Pergerakan barang dari Surabaya sangat besar, sehingga masukan dari rekan-rekan di lapangan sangat krusial untuk melihat posisi kami di tengah banyaknya opsi jasa angkutan logistik. Uuntuk dapat bersaing secara kompetitif, kami harus tanggap mendengarkan masukan dan kebutuhan pelanggan, sehingga kami bsia cepat menyesuaikan diri," ungkap Yossianis. 

Pada pertemuan tersebut, PT PELNI mengundang perwakilan perusahaan pengiriman barang untuk kapal penumpang maupun pelanggan muatan kapal tol laut. 

Selama masa pandemi, di saat jumlah penumpang mengalami penurunan, tren bisnis muatan justru mengalami peningkatan. Untuk pengiriman muatan dengan kapal tol laut di tahun 2020 tercatat sebanyak 8.858 TEUs, sementara tahun 2021 jumlah muatan tol laut sebesar 12.872 TEUs  atau naik 85,4 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2022, hingga Juli tercatat 8.252 TEUs dimana jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 18,2 persen dari periode tahun sebelumnya (YoY). 

"Bisnis angkutan barang tercatat menujukkan tren yang positif. Untuk kinerja tol laut sendiri. Sepanjang semester 1/2022, muatan tol layt menunjukan kenaikkan hingga 117 persen. Tiga wilayah dengan muatan tol laut terbesar masih didominasi oleh Surabaya, disusul oleh Ternate dan Bitung/Tahuna," tambah Yossianis. 

halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!