TOPIK TERPOPULER

Dampak Kenaikan Harga BBM, Organda Makassar Usulkan Tarif Angkutan Kota Naik 10 Persen

Yoel Yusvin
Dampak Kenaikan Harga BBM, Organda Makassar Usulkan Tarif Angkutan Kota Naik 10 Persen
Organda Cabang Makassar, mengusulkan penyesuaian tarif angkutan kota sebesar 10 persen atau naik Rp1.000 dari tarif sebelumnya, sebagai dampak kenaikan harga BBM. Foto/iNews TV/Yoel Yusvin

MAKASSAR - Kenaikan harga BBM bersubsidi, berdampak besar terhadap para pelaku usaha transportasi. Salah satunya para pelaku usaha angkutan kota di Kota Makassar, yang mengeluhkan biaya pembelian BBM tak sebanding dengan pendapatan mereka.

Baca juga: Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa Blokade 2 Jalur Jalan Sultan Alaudin Makassar

Menyikapi kondisi tersebut, Organda Cabang Makassar, mengusulkan adanya penyesuaian tarif angkutan kota di Kota Makassar. Ketua Organda Cabang Makassar, Saenal mengungkapkan, usulan kenaikan tarif angkutan kota mencapai 10 persen atau Rp1.000.



Di Kota Makassar, ada sebanyak 18 rute angkutan kota yang rencananya dalam waktu dekat akan menerapkan tarif baru, sebagai dampak kenaikan harga BBM. Tarif rute Pasar Sentral-Mallengkeri lewat Jalan Cendrawasih, yang sebelumnya Rp7.000 naik menjadi Rp8.000.

Baca juga: PSM Makassar Main Habis-habisan demi Jaga Kesucian Kandang

Sementara tarif rute Pasar Sentral-Terminal Daya, naik menjadi Rp9.000 dari sebelumnya Rp8.000. "Rata-rata kenaikannya sekitar 10 persen dari tarif sebelumnya. Penyesuaian harga perlu dilakukan, untuk meningkatkan pendapatan para sopir angkutan kota yang terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar Saenal.

Dia menambahkan, kenaikan tarif baru angkutan umum dalam kota tersebut, rencananya mulai diterapkan pada Senin (12/9/2022) sambil menunggu keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca juga: Sedang Asyik Setubuhi Selingkuhan di Kamar Kos, Pria Makassar Panik Digerebek Istri dan Ibunya

Sementara salah seorang sopir angkutan kota di Kota Makassar, Daeng Gassing mengaku, selama satu pekan kenaikan harga BBM bersubsidi, sangat dirasakan sejumlah sopir angkutan kota. "Uang yang didapat dari penumpang, sekarang hanya cukup untuk beli BBM saja," ungkapnya.



(eyt)

TULIS KOMENTAR ANDA!