TOPIK TERPOPULER

Wujudkan Kabupaten Sehat, Wabup Maros Gelar Rakor ODF

Najmi S Limonu
Wujudkan Kabupaten Sehat, Wabup Maros Gelar Rakor ODF
Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari melakukan rapat koordinasi percepatan Open Defecation Free (ODF). Foto: SINDOnews/Najmi Limonu

MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus berupaya mewujudkan Maros sebagai kabupaten sehat. Salah satu upayanya adalah melakukan rapat koordinasi percepatan Open Defecation Free (ODF) atau stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari mengatakan, Maros sempat menerima penghargaan sebagai kabupaten sehat dengan kategori Swasti Saba Wistara di tahun 2019. Namun, 2021 penghargaan tersebut gagal diraih, sebab ada indikator tambahan yakni ketersediaan jamban.

Karenanya tahun ini, pihaknya berupaya kembali untuk bisa mewujudkan kembali predikat kabupaten sehat.

Dia merinci, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maros per 7 September, masih terdapat 16 desa/kelurahan tersebar di empat kecamatan yang belum tuntas persoalan ODF-nya. Empat kecamatan tersebut di antaranya, Kecamatan Lau, Tompobulu, Maros Baru dan Bontoa.

Suhartina menambahkan, waktu yang ditargetkan untuk menuntaskan kasus ODF ini yakni hingga Desember tahun ini. Sejauh ini kata dia, sebanyak empat desa yang dinyatakan tuntas kasus ODF nya.

"Seperti di Kecamatan Tompobulu, ada Desa Bontomanurung Alhamdulillah sudah zero kasus. Mattirokasi di Kecamatan Maros Baru, Tunikamaseang di Kecamatan Bontoa, dan Allopolea di Kecamatan Lau juga sudah zero kasus," sebutnya.

Ketua Partai Beringin ini, meminta para camat untuk menyampaikan keluhan yang dihadapi di lapangan. Dirinya siap untuk ikut terjun ke masyarakat memberikan edukasi terkait ODF.

"Ini rapat koordinasi kedua, sebelumnya dari empat kecamatan terdapat 2282 KK yang harus dituntaskan kasus ODF nya. Sekarang sudah berkurang, tersisa 1970 KK yang masih harus dituntaskan kasus ODF nya. Sebisa mungkin, setiap kita rapat, harus ada masukan dari pak Camat. Keluhan-keluhan warga harus disampaikan di rapat," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Tompobulu yang turut hadir mengaku, pihaknya optimis menuntaskan kasus ODF di Kecamatan Tompobulu. Pihaknya telah melakukan Dor to Door dalam rangka verifikasi lansung, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kasus ODF yang terdata sudah kami tindak lanjuti. Alhamdulillah ada bantuan Sanimas, ini akan membantu beberapa desa dalam pengadaan jamban," jelasnya.



(mhj)

TULIS KOMENTAR ANDA!