TOPIK TERPOPULER

2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA

Febriyono Tamenk
2 Bidan di Kota Kendari Gugurkan Kandungan Siswa Kelas 1 SMA
Ilustrasi bayi. Foto: Istimewa

KENDARI - Dua bidan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), ditetapkan sebagai tersangka kasus aborsi anak di bawah umur. Keduanya membantu siswi Kelas 1 SMA menggugurkan kandungan.

Kapolsek Mandonga, Kompol Salman mengatakan, penangkapan kedua bidan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan 4 tersangka sebelumnya yang merupakan masih satu keluarga.

"Kedua bidan itu bekerja di klinik swasta, di Kota Kendari. Keduanya ditangkap karena tersangkut kasus aboris anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMA Kelas 1 di Kota Kendari," katanya, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Makam Bayi yang Diduga Korban Aborsi Dibongkar Polisi

Kedua bidan itu adalah SS (34) dan WA (24). Mereka mengaku dibayar Rp5 juta untuk membantu proses aborsi.

"Kasus ini bermula dari penemuan mayat bayi perempuan di Jalan Mekar, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, pada Kamis (29/9/2022). Bayi itu ditemukan ditanam di kebun warga," jelasnya.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku, terdiri dari NR (15) ibu bayi, NUR (34) ibu NR, AS (28) paman NR, dan YD (17) pacar NR. Dari 4 orang ini, polisi akhirnya menangkap bidan SS dan WA.

Baca: Geger, Orok Hasil Aborsi Ditemukan di Tempat Sampah

"Keenam tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Mandonga. Pelaku SS, WA, NUR, NR dan AS dijerat dengan Pasal 194 Undang-undang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," ungkapnya.

Sedangkan tersangka YD yang menghamili NR di luar nikah dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.



(san)

TULIS KOMENTAR ANDA!