alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Anggaran Pemasangan Jaringan Internet di Posko COVID-19 Sinjai Diduga Dimark-up

Irman Bagoseng
Anggaran Pemasangan Jaringan Internet di Posko COVID-19 Sinjai Diduga Dimark-up
Anggaran pemasangan jaringan internet di Posko COVID-19 Sinjai diduga dimark-up. Foto/Ilustrasi

SINJAI - Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Ahmad Tang, menemukan sejumlah kejanggalan terkait pemasangan alat jaringan internet di beberapa Posko COVID-19 lingkup Kabupaten Sinjai. Disinyalir ada penyelewangan berupa mark-up anggaran pemasangan jaringan internet yang dikerjakan oleh Dinas Infokom dan Persandian Sinjai.

"Setidaknya dari hasil penelusuran kami terdapat beberapa poin kejanggalan dalam pengadaan jaringan internet di Posko COVID-19 yang tersebar di beberapa posko dengan anggaran kurang lebih Rp107 juta," kata Ahmad Tang, Sabtu (4/7/2020).

"Di antaranya yakni pembelian alat yang telah terpasang pada dinas infokom dan persandian, gedung farmasi, Puskesmas Biji Nangka, posko di Borong dan posko di Pulau Sembilan," sambung Ahmad Tang.



Ada perbedaan spesifikasi terkait alat jaringan internet tersebut. Di lima titik, sejumlah peralatan yang ditemukan berupa antena rocket M5, antena power beam M5, wifi router mikrotik, kabel LAN/UTP, konektor, tiang antena dan pipa galvanis. Sementara pada posko perbatasan Sinjai Barat menggunakan wifi router 4G TP-Link.

Baca Juga: Polisi Temukan Markup Harga Sembako Rp470 Juta karena Kelakuan Dinsos

Ahmad Tang menyebut semua alat yang terpasang itu, termasuk yang sudah disediakan Telkom bila ditaksir nilainya tidak sampai Rp107 juta.

Kepala Dinas Infokom dan Persandian Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, mengatakan pihaknya siap mempertanggungjawabkan segala kegiatan yang dilakukan menggunakan anggaran COVID-19, termasuk pengadaan jaringan internet. Ia pun mempertanyakan pengadaan jaringan internet yang mana yang dituding Kopel ada indikasi penggelembungan anggaran.

"Pengadaan jaringan internet yang mana yang dimarkup? InsyaAllah semua yang kami lakukan bisa kami pertanggungjawabkan, ya tapi haknya juga lembaga kalau penilaiannya berbeda dengan kami karena semua yg kami lakukan diawasi oleh aparat penengak hukum dan masyarakat Sinjai," singkat Irwan.



(tri)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak