alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Penandatanganan Gambar Ukur Lahan Embung Marilaleng Rampung

Darwiaty Dalle
Penandatanganan Gambar Ukur Lahan Embung Marilaleng Rampung
Tim pembebasan lahan embung Marilaleng dari Dinas PKKP Parepare saat menyambangi rumah warga pemilik lahan guna penandatanganan gambar ukur lahan yang akan dibebaskan dan dibayarkan ganti ruginya oleh Pemkot Parepare. Foto : Darwiaty Dalle/SINDOnews

PAREPARE - Tim pembebasan lahan embung Marilaleng Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Parepare, telah merampungkan tandatangan gambar ukur dari warga pemilik lahan.

Kepala Seksi Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas PKPP Parepare Ulfa Lanto, Rabu (16/05/2018) mengatakan, gambar ukur yang ditandatangani warga pemilik lahan adalah hasil dari pengukuran lahan yang telah dilakukan tim Dinas PKPP bersama petugas ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN), pada lokasi rencana pembangunan seluas 4,8 hektar di di Lariang Nyareng, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki.

Pemilik lahan yang tersebar di beberapa lokasi berbeda, kata Ulfa, sempat menjadi kendala. Pasalnya, kata dia, tim pembebasan lahan harus keliling mencari kediaman masing-masing pemilik lahan yang diantaranya bahkan ada berdomisili di Desa Bojo, Kabupaten Barru.
"Pemiliknya (pemilik lahan) tersebar diantaranya di WekkeE, Lemoe dan Lappa Anging. Dan 20 bidang lahan sudah berhasil kita rampingkan setelah menyisir rumah -rumah pemilik lahan," jelasnya.

Tandatangan warga pemilik lahan pada gambar ukur, lanjutnya akan menjadi dasar bagi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengeluarkan dokumen peta bidang. Nantinya, kata Ulfa lagi, peta bidang dari BPN akan diserahkan ke apparaisal (tim penilaian harga) setelah daftar nominatif ditentukan. Data kemudian dikelolah oleh appraisal untuk keluarkan harga

"Jika harga lahan yang akan dibebaskan telah dikeluarkan oleh appraisal, selanjutnya akan kita sosialisasikan ke masyarakat pemilik lahan. Jika tak ada yang menolak, maka pembayaran langsung dilakukan," paparnya.

Dijelaskan Ulfa, 4,8 hektar lahan yang akan dijadikan lokasi embung, empat hektar diantaranya adalah sawah produktif, selain kebun dan lahan tidur. Namun, tambahnya, dari 4,8 hektar lahan yang akan dibebaskan oleh Pemkot Parepare, hanya berkisar kurang dari dua hektar saja yang akan digunakan untuk bangunan waduk.
"Tapi tetap dilakukan pembebasan lahan lebih dari kebutuhan luasan waduk yang akan dibangun, untuk mengantisipasi dampak jika debit air mengalami over kapasitas. Sehingga tak ada warga pemilik lahan yang dirugikan," katanya.

Meski nantinya telah dibebaskan oleh pemerintah, tambah Ulfa, lahan yang tersisa masih boleh dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam. "Tapi lahannya tentu saja tetap menjadi aset pemerintah," pungkas Dia.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads