alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

PLN Layani Kapal Pendingin Terapung Pertama di Sulawesi

Suwarny Dammar
PLN Layani Kapal Pendingin Terapung Pertama di Sulawesi
Pelabuhan Untia Makassar, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Foto : Dok/SINDOnews

MAKASSAR - PT PLN (Persero) Area Makassar Utara baru saja menyelesaikan sebuah tantangan baru untuk mensuplai listrik ke sebuah Kapal sandar yang difungsikan sebagai Floating Cold Storage (Kapal Pendingin Terapung) milik PT  Perikanan Nusantara (persero).

Floating Cold Storage adalah kapal pendingin yang digunakan untuk mendinginkan hasil tangkapan ikan yang dikumpulkan oleh nelayan. Hal ini sebagai bentuk dukungan serta komitmen PLN dalam mensupport invenstasi bisnis perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Untia dan merupakan bentuk nyata Sinergi BUMN antara PLN dan PERINUS.

Penyalaan Supplai Listrik PLN ke Cold Storage terapung dengan daya 240 KVA yang juga pertama kali dilakukan di Indonesia ini juga dihadiri  Branch Manager PT Perikanan Nusantara Cabang Makassar (PERINUS) Ferdinand Wenno, Penanggung Jawab Pengelola Pelabuhan Perikanan Untia (PPN UNTIA), Andi Mannojengi dan Manajer PT PLN (Persero) Area Makassar Utara, Hariyadi.

“Cold Storage terapung ini sudah bersandar di Pelabuhan Perikanan Untia sejak 1 tahun lalu, namun belum dapat beroperasi maksimal diakibatkan masih menggunakan Genset yang menggunakan bahan bakar solar, sehingga biaya operasional dan pemeliharaan sangat mahal mencapai 200 Juta Rupiah per Bulan," ujar Ferdinand, Kamis (17/5/2018).

Menurut perhitungan 250 jam nyala dengan daya 240 kVA apabila menggunakan Listrik dari PLN ini, PERINUS mampu menghemat sebesar 138 juta Rupiah per bulannya sehingga secara tidak langsung dapat mendukung mitra nelayan, serta meningkatan industri perikanan di Sulawesi Selatan khususnya di Pelabuhan Perikanan Untia.

“Tantangan dalam melayani supplai kelistrikan untuk Cold Storage apung ini yaitu lokasi kapal yang bersandar di dermaga sehingga tidak ada lahan yg memungkinkan untuk membangun gardu batu dan kubikel pelanggan Tegangan Menengah, sehingga kami layani dengan menggunakan alat Automatic Sectionalizing Switch," ungkap Manajer PT PLN (Persero) Area Makassar Utara, Hariyadi.

Dengan alat ini diharapkan peralatan dan jaringan listrik PLN tetap aman dan andal walaupun dengan konstruksi khusus outdoor.

Hariadi menambahkan kesiapan supplai tenaga listrik sangat dibutuhkan untuk para investor industri perikanan yang akan berinvestasi di Kawasan Pelabuhan Perikanan Untia, dalam hal ini PLN sebagai penyedia tenaga listrik telah berkomitmen untuk siap melayani kebutuhan kelistrikan kapanpun, dimanapun dan berapapun.

PPN Untia yang berada di wilayah kerja PLN Area Makassar Utara – Rayon Daya ini merupakan pelabuhan perikanan yang baru dibangun serta diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada tanggal 26 November 2016, “Pelabuhan kami adalah pelabuhan baru, dan sudah banyak Investor yang akan masuk dan tentunya PLN diharapkan akan menjadi penunjang di kegiatan kami," sambung Penanggung Jawab Pengelola Pelabuhan Perikanan Untia (PPN UNTIA), Andi Mannojengi.

Dengan disupplainya Cold Storage terapung milik PERINUS oleh listrik PLN, kedepannya akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam industri karena jauh lebih hemat saat menggunakan listrik. Selain itu ke depannya PLN berharap listrik dapat meningkatkan sektor ekonomi khususnya  Industri Perikanan di Provinsi Sulawesi Selatan.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads