alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lima Tahun Menghilang, Koruptor Pasar Pabaeng-Baeng Ditangkap

Sri S Syam
Lima Tahun Menghilang, Koruptor Pasar Pabaeng-Baeng Ditangkap
Direktur Utama PT Citratama Timurindo,Taufhan Anzar Nur saat digelandang ke Lapas Klas 1 Gunungsari Makassar. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Setelah lima tahun menghilang, Direktur Utama PT Citratama Timurindo,Taufhan Anzar Nur akhirnya berhasil ditemukan.

Kasi Pidsus Kejari Makassar, Andi Helmi Adam kepada SINDOnews, Minggu (20/05/2018), mengatakan Taufhan yang merupakan koruptor kasus korupsi pembangunan Pasar Pa’baeng-baeng Makassar ditemukan dalam operasi penangkapan yang berlangsung di Hotel Shangrila Jakarta, Jumat (18/05/2018) pukul 18. 35 Wib, lalu.

Terpidana dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO) dibekuk oleh tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung RI) saat sedang melakukan buka puasa bersama keluarganya di hotel tersebut. "Alhamdulillah DPO atas nama Taufhan Anzar Nur sudah berhasil ditangkap oleh Tim Intelijen Kejagung," ujar Andi Helmi.

Usai ditangkap, lanjut Helmi ayah pengusaha muda Candra Taufhan ini diterbangkan ke Makassar pada Sabtu, 19 Mei 2018 untuk menjalani masa tahanan di Lapas Klas 1 Gunungsari Makassar.

"DPO tiba di Makassar pada pukul 14.05 Wita. Karena berkas terpidana sudah lengkap maka langsung dibawa ke Lapas Klas 1 Gunungsari Makassar untuk dilakukan penahanan," jelas Andi Helmi.

Helmi mengatakan memimpin penjemputan DPO Taufhan di bandara bersama anggota kejaksaan lainnya. “Domain perkara ini ada di Kejari Makassar, jadi kami yang bertugas menjemput dan membawa yang bersangkutan masuk ke dalam penjara,” tambah Andi Helmi.

Sementara itu, Kepala Kejari Makassar, Dicky Rachmat Rahardjo mengaku mengapresiasi kinerja tim Kejagung dan tim nya karena telah berhasil membekuk DPO yang telah lama dicari tersebut.

Data yang dihimpun KORAN SINDO, Taufhan dijerat dalam kasus korupsi pembangunan pasar Pabaeng-baeng atas perannya sebagai Direktur Utama PT Citratama Timurindo.

Ia dijerat bersama Direktur Operasional PT Citratama Timurindo Abdul Azis Sidjo. Penanganan kasus ini sendiri dilakukan oleh Kejari Makassar pada tahun 2011.

Adapun peran mereka yakni sebagai rekanan, keduanya dianggap telah memanipulasi HPS sehingga terjadi markup dalam anggaran pembangunan pasar tersebut. Markup makin menguat sebab faktanya material bangunan pasar tidak sesuai spesifikasi.

Akibat perbuatan terpidana, negara mengalami kerugian berdasarkan audit BPKP Perwakilan Sulsel sebesar Rp1 miliar. Oleh majelis hakim PN Makassar, terpidana dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider 6 bulan kurungan serta diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp1.005. 692.894.

Tidak terima dengan putusan, terpidana melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Makassar dan menang di tingkat banding. Namun, oleh JPU melakukan kasasi ke MA. Perkara keduanya diputus oleh MA pada bulan Juli 2014 yang membatalkan putusan PT Makassar dan menghukum terdakwa sebagaimana putusan tingkat pertama.

Selanjutnya, terpidana kembali melakukan Peninjaun Kembali (PK). Namun MA menolak PK terpidana, sehingga putusan Pengadilan Tipikor, PN Makassar dinyatakan berkekuatan hukum tetap.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads