alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Sejumlah Kepala Keluarga Tolak Pengukuran Tanah Bendungan Jenelata

Herni Amir
Sejumlah Kepala Keluarga Tolak Pengukuran Tanah Bendungan Jenelata
Kadis Perkimtan Gowa, Abdullah Sirajuddin usai mengecek progres Pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju. Foto: Istimewa

GOWA - Sejumlah kepala keluarga Desa Tanakaraeng yang menjadi lokasi pembangunan bendungan Jenelata, masih menolak pengukuran tanah untuk proyek pembangunan tersebut.

Sehingga Pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa melalui kepala desa terus memberikan pemahaman termasuk pendekatan kepada masyarakat, terkait rencana pengukuran lahan pembangunan Bendung Jenelata.

Baca Juga: Warga Protes Tak Dilibatkan Sosialisasi Pengadaan Tanah Bendungan Jenelata

Bahkan tercatat ada 14 kepala Keluarga (KK) di Desa Tanakaraeng yang saat ini menolak untuk dilakukan pengukuran.

"Kita berharap agar proses pengukuran tanah tetap berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Makanya kita minta camat dan kades terus melakukan pendekatan kepada beberapa masyarakat yang menolak tanahnya diukur," kata Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Abdullah Sirajuddin usai mengecek progres Pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Selasa, (7/7/2020).

Dalam kegiatan ini pihaknya turun langsung bersama Kepala Bidang Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa, Abu Bakar.

Rencana pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju masuk dalam tahap pengukuran lahan. Ada dua desa yang akan menjadi lokasi pembangunan bendungan yakni Desa Tanakareng dan Desa Moncong Loe.

Ia mengungkapkan, selama ini masyarakat telah dilibatkan dalam proses sosialisasi pengadaan lahan Bendungan Jenelata.

Bahkan salah satu warga yang menolak diukur lokasinya, ikut bertanya di dalam sosialisasi tersebut. Pihaknya pun berupaya untuk mencarikan solusi yang terbaik agar rencana pembangunan Bendungan Jenelata dapat berjalan sesuai target.

"Kita carikan apa yang menjadi keinginan para pihak yang tidak mau diukur lokasinya. karena di sana sudah ada patok-patok objek. Kita berharap 14 KK ini bisa segera dilakukan pengukuran karena menurut informasi objek tersebut ada di bawah bendungan yang nantinya akan dilakukan kegiatan-kegiatan," tambahnya.

Bang Doel sapaan Abdullah Sirajuddin mengatakan, proses pengukuran lahan Bendungan Jenelata berlangsung dengan cepat. Bahkan menurutnya sudah melampaui target bidang dari perencanaan.

"Hari ini kita berada di lokasi pengukuran dan capaian bidang yang sudah diukur ini melampaui target dan Insya Allah hari ini terakhir di Desa Tanakaraeng, besok kita akan bergerak ke desa Moncong Loe lagi," ujarnya.

Baca Juga: Dana Rp450,3 M Disiapkan untuk Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata



(agn)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak