alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Wabup Enrekang Datangi Pabrik Aspal di Pana yang Disebut Cemari Lingkungan

Aris Bafauzi
Wabup Enrekang Datangi Pabrik Aspal di Pana yang Disebut Cemari Lingkungan
Wakil Bupati Kabupaten Enrekang, Asman saat meninjau pabrik aspal di Desa Pana, Kecamatan Alla, Rabu (7/8/2020). Foto: SINDOnews/Aris Bafauzi

ENREKANG - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Enrekang, Asman melakukan kunjungan di Desa Pana, Kecamatan Alla, lokasi di mana pabrik aspal yang dikelola PT Gangking Raya beroperasi, Rabu (8/7/2020).

Kedatangan Wabup Enrekang itu sebagai tindak lanjut aspirasi Gabungan Aktivis Pemerhati Lingkungan Hidup (GA-PLH) soal pabrik aspal di Desa Pana yang dianggap mencemari lingkungan.

Baca juga: Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi

"Kita tinjau dan tentu kita bersama cari solusi yang terbaik. Kita dengar aspirasi masyarakat, dan keterangan dari pihak pabrik," ujar Asman.

Asman menyampaikan, permasalahan pabrik dan warga sekitar tak bisa dibiarkan berlarut-larut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Ini menyangkut masyarakat yang terganggu dengan limbah, dan tentu ini ada pertimbangan karena kehadiran pabrik tentu bermanfaat juga untuk bagian pembangunan kita. Makanya kita cari solusi yang tidak merugikan kedua pihak," beber wabup.

Baca juga: Wabup Siap Tindak Lanjuti Aspirasi GA-PLH Soal Penutupan Pabrik Aspal

Salah seorang aktivis yang tergabung dalam GA-PLH, Wiranto menyambut baik kedatangan wabup. Dia berharap kebijakan yang akan diambil pemerintah tidak pandang bulu atau hanya menguntungkan satu pihak saja.

"Tentu kita harap pemerintah adil, dalam memberikan solusi atau kebijakan. Setelah mendengar langsung keluhan masyarakat terhadap hadirnya pabrik aspal. Jika solusi sepihak menguntungkan salah satunya, kami kembali akan turun aksi dengan massa yang lebih besar," pungkasnya.



(luq)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak