TOPIK TERPOPULER

Dokter Spesialis Anak: Penting Konsultasi Proses Kelahiran Pertama bagi Calon Ibu

SINDOnews
Dokter Spesialis Anak: Penting Konsultasi Proses Kelahiran Pertama bagi Calon Ibu
Konsultasi secara berkelanjutan kepada dokter spesialis anak guna persiapan kehamilan dan proses kelahiran pertama merupakan hal penting bagi calon ibu. Foto ist

SEMARANG - Konsultasi secara berkelanjutan kepada dokter spesialis anak guna persiapan kehamilan dan proses kelahiran pertama merupakan hal penting bagi calon ibu.

Sebab, konsultasi secara teratur akan sangat membantu ibu hamil tetap fokus dalam menjalani masa kehamilan dan persiapan kelahiran pertama. Baca juga: Bagaimana Sunnah Mengajarkan Saat Hari Ketujuh Kelahiran Bayi?



Hal itu disampaikan Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals Semarang, dr. Puni Oktisari Sp.A., melalui edukasi live Instagramnya. Dia menyampaikan bahwa banyak hal yang harus disiapkan calon ibu untuk kelahiran anak pertama.

"Misalnya keadaan lingkungan sekitar, seputar air susu ibu (ASI) hingga kebutuhan nutrisi yang disampaikan disaat konsultasi", ungkap dr. Puni Oktisari Sp.A., di hadapan puluhan peserta edukasi di Semarang, Senin (21/10/2022) lalu.

Dokter Puni Oktisari pun mengingatkan agar nilai kemandirian pada tumbuh kembang anak harus diterapkan secara bertahap. Baca juga: 5 Masalah yang Muncul Jika Jarak Kelahiran dan Kehamilan di Bawah 2 Tahun

"Hanya saja dalam prakteknya, pengawasan secara ekstra perlu dilengkapi, karena balita masih sangat bergantung terhadap orangtuanya," imbuh Puni pada edukasi bertajuk 'Mitos dan Fakta pada Anak'.

Adapun asupan tambahan suplemen dengan rekomendasi dokter spesialis anak boleh saja diberikan, namun prinsip pemberian ASI asupan nutrisi yang seimbang dan empat sehat lima sempurna tidak dapat dikurangi dan akan selalu menjadi prioritas.

ASI, jelas dokter, merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.  Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin
setelah kelahiran bayi.

"Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit," bebernya.

Lanjut dia, menyusui bayi dari ibunya sendiri adalah cara yang paling umum untuk memperoleh ASI. "Tetapi ASI dapat dipompa dan kemudian disusui dengan botol bayi, cangkir dan/atau sendok, sistem tetes suplementasi, atau selang nasogastrik," ujarnya.

Namun, menurutnya, pemberian ASI secara langsung kepada bayi merupakan hal terbaik meskipun pemberian ASI secara tidak langsung dapat dilakukan.

"Hanya saja ketika ASI disimpan, para ibu harus mengetahui caranya, melalui panduan yang akan disampaikan ketika melakukan konsultasi bersama dokter," tutur Puni.

Pada sesi tanya jawab, dijelaskan pula bahwa bawang merah dapat mengobati batuk pilek anak sebenarnya adalah mitos, karena batuk pilek pada anak bisa disebabkan alergi dan infeksi.

"Ini adalah mitos bahwa bawang merah dapat menghilangkan flu pilek pada anak. Tak ada satupun kandungan di bawang merah dapat menyembuhkan flu. Memberikan bawang hanya membantu memberi kehangatan dan kenyamanan sementara pada anak," ungkapnya.



(don)

TULIS KOMENTAR ANDA!