Planet Labs Ungkap Gerak-gerik Korut yang Buat Senjata Nuklir

Kamis, 09 Juli 2020 - 10:00 WIB
loading...
Planet Labs Ungkap Gerak-gerik...
Gerak-gerik mencurigakan diungkap Planet Labs terkait situs yang diduga kuat merupakan progam nuklir Korea Utara (Utara). Foto : Istimewa
A A A
WASHINGTON - Gerak-gerik mencurigakan diungkap Planet Labs terkait situs yang diduga kuat merupakan progam nuklir Korea Utara (Utara). Citra satelit yang dianalisis oleh para ahli di Middlebury Institute of International Studies itu dipublikasikan CNN, Kamis (09/07/2020). Baca : Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir

"Itu memiliki semua signature fasilitas nuklir Korea Utara—perimeter keamanan, perumahan di lokasi, monumen untuk kunjungan kepemimpinan yang tidak dipublikasikan, dan fasilitas bawah tanah. Dan itu terletak tepat di sebelah pabrik air botolan yang tidak memiliki karakteristik tersebut," kata Jeffrey Lewis, seorang profesor di Middlebury Institute of International Studies, yang berspesialisasi dalam intelijen open-source, kepada CNN sebelum menerbitkan laporannya sendiri.

"Hal besar yang menonjol adalah semua lalu lintas kendaraan—mobil, truk, kontainer pengiriman. Pabrik ini sangat aktif. Aktivitas itu tidak melambat—tidak selama negosiasi dan tidak sekarang. Itu (Korut) masih membuat senjata nuklir," ujarnya.

Ketika fasilitas itu diidentifikasi pada 2015 oleh para peneliti diJames Martin Center for Nonproliferation Studies, Lewis dan rekan-rekan peneliti sebelumnya memilih untuk tidak memublikasikan fasilitas tersebut karena mereka tidak dapat mengidentifikasi peran spesifiknya dalam program nuklir Korea Utara.

Namun, publikasi nama dan fungsi situs itu dalam buku yang akan datang yang ditulis oleh Ankit Panda, seorang ahli Korea Utara yang bekerja untuk Federasi Ilmuwan Amerika, menjadikan lokasinya sebagai masalah kepentingan publik.

Dalam bukunya yang berjudul "Kim Jong Un and Bomb", Panda menulis bahwa fasilitas tersebut dianggap terutama terkait dengan pembuatan hulu ledak dan juga bisa berfungsi sebagai lokasi penyimpanan senjata jika pemimpin Korea Utara Kim Jong-un perlu memencarkannya. "Menimbun untuk respons yang lebih baik dalam krisis," bunyi penggalan kutipan buku tersebut yang dilansir CNN.

"Kami telah lama melihat situs ini dan tahu itu terkait dengan program nuklir. Ketika Ankit Panda bertanya kepada saya apakah kami tahu tentang sebuah situs di dekat tempat yang disebut Wollo-ri yang terlibat dalam pembuatan senjata nuklir, itu semua di-klik," kata Lewis.

CIA dan Pentagon menolak berkomentar ketika ditanya apakah fasilitas itu diyakini memainkan peran dalam program nuklir Korea Utara. Baca Juga : AS dan Rusia Bahas Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir Pekan Depan

Pengungkapan kepada publik tentang fasilitas Korea Utara yang sebelumnya tidak teridentifikasi lagi memotong klaim terkenal Presiden Donald Trump pada tahun 2018 bahwa Korea Utara tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir.

Rilis citra satelit ini muncul saat pembicaraan antara Washington dan Pyongyang masih buntu.
Para pejabat AS, termasuk Menteri Luar Negeri Michael Pompeo, terus bersikeras bahwa pemerintahan Donald Trump tetap fokus pada denuklirisasi lengkap Korea Utara, terlepas dari kenyataan bahwa Kim Jong-un tidak pernah secara resmi menyetujui ketentuan-ketentuan tersebut dan pejabat intelijen menyatakan bahwa Pyongyang memiliki sedikit niat menyerahkan stok senjata-senjatanya.

Sebuah laporan PBB yang dihasilkan awal tahun ini mengungkapkan bahwa Korea Utara terus mengembangkan program senjatanya pada tahun 2019, yang berarti melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB yang sudah lama berlaku. Salah satu bagian dari laporan yang ditinjau oleh CNN mengatakan program rudal balistik Korea Utara dicirikan oleh intensitas, keragaman dan koherensi.

Pemerintah Korea Utara belum berkomentar atas pengungkapan citra satelit di situs mencurigakan yang diduga para peneliti untuk membuat senjata nuklir.
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Jane Foster, Intelijen...
Kisah Jane Foster, Intelijen Amerika yang Memata-matai Soekarno-Hatta Setelah Kemerdekaan Indonesia
Kisah Gertrude Banda,...
Kisah Gertrude Banda, Agen CIA yang Bawa Kapolri Pertama ke Amerika demi Melawan Komunis
Diaspora Papua di AS:...
Diaspora Papua di AS: Terima Kasih Indonesia atas Program Beasiswa LPDP
Geger, Bos Resor asal...
Geger, Bos Resor asal Amerika Ditemukan Tewas di Perairan Mentawai
WNA Amerika Serikat...
WNA Amerika Serikat Meninggal setelah Menyelam di Raja Ampat Papua
Ketum HIPMI Jabar Dampingi...
Ketum HIPMI Jabar Dampingi Presiden Jokowi ke Amerika, Ini Harapannya
Langgar Overstay, 2...
Langgar Overstay, 2 Warga Negara Amerika Serikat Dideportasi
Dikenal Temperamen,...
Dikenal Temperamen, Bule Amerika yang Bunuh Mertua di Banjar Dijerat Pasal Berlapis
Banjar Gempar! Bule...
Banjar Gempar! Bule Amerika Tikam Mertua hingga Tewas Bersimbah Darah
Rekomendasi
BRI Menanam Grow & Green...
BRI Menanam Grow & Green Transplantasi Terumbu Karang, Selamatkan Ekosistem Laut di NTB
Gempa Besar M6,3 Guncang...
Gempa Besar M6,3 Guncang Maluku Barat Daya, Begini Analisa BMKG
Lebaran: Diplomasi,...
Lebaran: Diplomasi, Solidaritas, dan Harapan bagi Peradaban Global
Berita Terkini
Ratusan Pemudik dari...
Ratusan Pemudik dari Sumatera Mulai Kembali ke Pulau Jawa
30 menit yang lalu
Hari Kedua Lebaran,...
Hari Kedua Lebaran, 36.113 Wisatawan Berlibur ke Silang Monas
1 jam yang lalu
Pemuda Desa Tial dan...
Pemuda Desa Tial dan Desa Tulehu Maluku Bentrok, 1 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hari Kedua Lebaran,...
Hari Kedua Lebaran, Hampir 20.000 Pengunjung Padati Objek Wisata TMII
3 jam yang lalu
Kisah Kapten Dwi, Nakhoda...
Kisah Kapten Dwi, Nakhoda Kapal 25 Tahun Berlebaran di Laut Akhirnya Salat Id Bareng Keluarga di Darat
4 jam yang lalu
Gunung Dukono Meletus,...
Gunung Dukono Meletus, Luncurkan Abu Vulkanik 1,9 Km
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Rusia yang...
3 Senjata Rusia yang Paling Ditakuti oleh Militer Ukraina
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved