TOPIK TERPOPULER

Peringati HGN, Wamenag Minta Guru Jauhi Politisasi Agama Perkuat Moderasi

Antara
Peringati HGN, Wamenag Minta Guru Jauhi Politisasi Agama Perkuat Moderasi
Hadir memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Jakarta, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mengingatkan para guru dan tenaga pendidik menjauhi politisasi agama. Foto dok/SINDOnews

JAKARTA - Hadir memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Jakarta, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengingatkan para guru dan tenaga pendidik menjauhi politisasi agama. Wamenag meminta para guru agar meghadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta.

Zainut berpesan agar menjadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran, dan antikekerasan. Baca juga: 4 Artis Indonesia yang Pernah Berprofesi Jadi Guru, Salah Satunya Istri Sultan Andara

"Terus perkuat moderasi beragama dan sukseskan tahun toleransi. Jauhi politisasi agama. Hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama," ujar Zainut, Jumat (25/11/2022).

Dalam peringatan HGN 2022, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kementerian Agama tengah memperjuangkan adanya skema penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP.

"Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG Guru. Kami berkomitmen agar jumlah ini terus bertambah pada tahun mendatang," kata Zainut. Baca juga: Kasus Pembunuhan Guru Sumarni di Karawang 14 Tahun Belum Terungkap
 
Upaya peningkatan kompetensi, kata Wamenag, juga terus dilakukan dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi para guru.

Kementerian Agama telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetensi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR) dengan target mampu menjangkau lebih 300 ribu guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.

"Terkait peningkatan kesejahteraan, kami perjuangkan pemenuhan tunjangan profesi guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya," katanya.



(don)

TULIS KOMENTAR ANDA!