alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Sambut Panglima dan Kapolri, Santri Ponpes Nahdlatul Ulum Rapid Test

Najmi Limonu
Sambut Panglima dan Kapolri, Santri Ponpes Nahdlatul Ulum Rapid Test
Pembina dan santri Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum melakukan rapid test sebelum menyambut Kapolri dan Panglima TNI. Foto: Sindonews/Najmi Limonu

MAROS - Jajaran tenaga pengajar dan santri pondok pesantren Nahdlatul Ulum Maros, melakukan rapid test di pondok pesantren binaan AGH Sanusi Baco ini.

Pelaksanaan rapid test test tersebut sekaitan dengan mempersiapkan kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis di Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum Maros, Jumat, (10/07/2020).

Baca Juga: Gubernur Dampingi Panglima TNI dan Kapolri Lepas 10.000 Paket Sembako



Pelaksanaan rapid test massal ini bekerjasama dengan pihak Puskesmas Lau, yang diikuti oleh warga di lingkungan pesantren, santri, pengurus pesantren, anggota Kodim 1422/Maros, dan Polres Maros.

Pengurus Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Irvan Sanusi mengatakan, pelaksanaan rapid test ini dilakukan untuk memastikan lingkungan Nahdlatul Ulum Maros steril, sebelum dikunjungi oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Jenderal Pol Idham Azis.

"Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan berupa 500 alat rapid test dari Pangdam yang diserahkan melalui Dandim. Kami menarget yang ikut rapid nanti ada 150 orang," ujar Irvan Sanusi, Jumat (10/7/2020).

Selanjutnya kata Irvan, bagi masyarakat, ataupun warga lingkungan pesantren yang hasil rapid tesnya reaktif, tidak diizinkan untuk ikut kegiatan Kapolri dan Panglima TNI tersebut.

"Jadi nanti yang hasilnya reaktif itu kita larang untuk hadir besok, dan menyerahkan ke tim gugus terkait tindak lanjutnya," lanjutnya

Sementara itu Kepala Puskesmas Lau, dr Darma mengatakan ada sebanyak 149 orang yang mengikuti rapid test. Dari 149 tersebut terdapat 21 orang yang reaktif.

"Ada 149 yang dirapid, dan 21 diantaranya reaktif, jadi untuk selanjutnya kami anjurkan untuk isolasi mandiri. Kami meminta mereka untuk kembali melakukan rapid test satu pekan kemudian," jelasnya

Ke 21 orang yang reaktif ini terdiri dari santri, pengurus pesantren, dan pembina pesantren Nahdlatul Ulum.

Baca Juga: Pembangunan Lapas Belopa Masih Kekurangan 1 Hektar Lahan



(agn)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak