alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diharap Mampu Buka Fakta, Warga Dukung Hak Interpelasi

Tim Sindonews
Diharap Mampu Buka Fakta, Warga Dukung Hak Interpelasi
Warga Makassar mendukung rencana hak interpelasi yang diajukan sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

MAKASSAR - Warga Makassar mendukung rencana hak interpelasi yang diajukan sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.

Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan, Musaddaq, mengatakan, hak interpelasi adalah hak politik Anggota DPRD.

Hak ini diatur dalam konstitusi, yakni Anggota DPRD meminta keterangan kepada wali kota atas kebijakan pemerintah yang dianggap penting dan strategis.



Hak ini diwacanakan untuk digunakan DPRD Makassar, setelah Wali Kota Danny Pomanto akan menonaktifkan 15 camat dari jabatannya untuk sementara waktu.

Alasan penonaktifan camat bermacam-macam. Ada camat yang diduga terlibat kasus hukum, dan ada juga yang mengundurkan diri.

Para camat ini diminta fokus dengan masalah hukum di kepolisian. Para camat diduga telah memberikan dana 30 persen kepada sejumlah Anggota DPRD Makassar. Belum diketahui siapa saja Anggota DPRD yang diduga menerima aliran dana.

“Langkah yang dilakukan Danny Pomanto mestinya didukung oleh semua pihak. Sebagai upaya pemberantasan korupsi di Kota makassar,” kata Musaddaq.

DPRD Makassar diharapkan mengajukan hak interpelasi bukan dengan niat ingin menjatuhkan Wali Kota. Tapi membongkar masalah yang terjadi antara oknum Anggota DPRD dengan camat.

“Publik akan semakin pesimis jika persoalan korupsi mendapatkan pembelaan dari legislatif,” katanya.

Sementara, seorang warga Makassar, Beni Iskandar, menilai hak interpelasi akan mampu membuka fakta tentang Anggota DPRD yang diduga terima dana 30 persen dari camat dan SKPD.

“Interpelasi ini akan membuka fakta. Siapa saja Anggota Dewan yang terlibat dalam korupsi dana sosialisasi,” ujarnya Sabtu 9 Juni 2018.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook