TOPIK TERPOPULER

Dikeroyok 2 Selegram, Kuasa Hukum Korban: Psikologis Klien Saya Terguncang

Vivi Riski Indriani
Dikeroyok 2 Selegram, Kuasa Hukum Korban: Psikologis Klien Saya Terguncang
Arie Kart Dumais memberikan keterangan terkait pengeroyokan yang dialami kliennya. Foto: SINDOnews/Vivi Riski Indriani

MAKASSAR - Tak hanya merasakan sakit secara fisik usai dikeroyok dua selegram wanita asal Kota Makassar, psikologis korban AW, 21 tahun, juga ikut terguncang.

Bagaimana tidak insiden mengenaskan ini juga sudah diketahui oleh teman, kerabat, hingga sanak saudara korban yang ada di Kendari Sulawesi Tenggara, lantaran viral di media sosial.

Baca juga: Keroyok Seorang Wanita, Dua Selebgram di Makassar Diamankan Polisi

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Korban, Arie Kart Dumais. Kata dia, psikologis korban sangat terguncang pasalnya insiden ini sudah sampai ke telinga keluarga korban di Kendari dan membuat mereka bertanya-tanya.

"Klien kami bukan orang Makassar, tapi orang kendari. Bahkan ini sampai viral di Kendari, keluarga korban juga bertanya-tanya. Juga secara psikologis, klien kami ini sangat terguncang. Jadi, bukan cuma fisik saja, tapi juga psikologisnya juga," kata Arie, Rabu (12/5).



Dia menyesalkan peristiwa ini apalagi terjadi di bulan suci Ramadhan. Karena itu, dia menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas, hingga kedua pelaku pengeroyokan mendapat hukuman setimpal.

Korban yang didampingi Advokad Ashari Setiawan CS juga sudah melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian pada 5 Mei 2021, lalu.

Baca juga: Diserang OTK, Empat Warga Toraja Tewas Mengenaskan di Poso

"Untuk penerapan pasal yang dilaporkan yakni pasal 170 bisa juga junto 351 tentang penganiayaan bahkan bisa saja juga ini masuk ke dalam Undang-undang ITE. Tentu itu akan menjadi kewenangan pihak kepolisian," papar dia.

Korban AW menjelaskan kejadian nahas yang menimpanya terjadi di rumah kontrakan miliknya di Kecamatan Tamalate. Kala itu, korban didatangi pelaku di lokasi saat hendak kembali ke Kendari.



"Tiba-tiba dia (pelaku) datang, matikan token listrik saya. Awalnya, saya heran jadi saya keluar. Pas saya keluar, tiba-tiba dia (pelaku) tanya kenapa belum hapus story tentang menyinggung padahal saya tidak menyinggung," kata AW.

Baca juga: Polisi Ringkus 11 Debt Collector Pengepung Anggota TNI di Tol Koja

Pada saat itu, korban dikeroyok oleh pelaku yang tak lain adalah teman korban sendiri. Muka korban diremas dan ditampar oleh salah satu pelaku. Tidak hanya itu, korban juga dijambak dan dipukul dengan sapu hingga memar.

"Saya dianiaya, dipukul dan dikeroyok. Makanya saya melapor ke polisi. Ini juga direncanakan karena dua (pelaku) tiba-tiba datang di kos. Padahal saya sudah bilang mau ke Kendari dan tiket saya sudah terlambat," ujar dia.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!