TOPIK TERPOPULER

OSIM MAN Enrekang Gandeng UKM LIMA Washilah Gelar Pelatihan Jurnalistik

Tim SINDOnews
OSIM MAN Enrekang Gandeng UKM LIMA Washilah Gelar Pelatihan Jurnalistik
Pelatihan jurnalistik OSIM MAN Enrekang yang menggandeng UKM LIMA, Sabtu (25/9). Foto: Istimewa

ENREKANG - Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Enrekang bekerja sama dengan UKM LIMA Washilah UIN Alauddin Makassar menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). Kegiatan ini berlangsung di aula MAN Enrekang, Sabtu-Minggu (25-26/9/2021).

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Peradaban dengan Budaya Menulis" ini, diikuti oleh 30 peserta dari anggota OSIM dan perwakilan kelas.

Baca juga: Teken MoU, Unimerz-UINAM Siap Pertukarkan Mahasiswa dan Dosen

Pelatihan yang merupakan program kerja Bidang Pengembangan OSIM ini dibuka oleh Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Enrekang, H Irham.

Pimpinan Umum UKM LIMA Washilah, Arya Nur Prainugraha mengapresiasi pelatihan yang diselenggarakan OSIM MAN Enrekang. "Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih telah mengundang kami dari pihak Washilah untuk bekerja sama," ungkapnya, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.



Baca juga: HMJ Kimia UIN Alauddin Gelar Alkali Contest Libatkan Siswa SMA se-Sulsel

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kemahasiswaan, Farid Ahmadi dalam sambutannya menyinggung mengenai era digital yang harus dikuasai seluruh kalangan, agar tidak ketinggalan untuk kegiatan literasi yang masih sangat langka.

"Tren konsumtif sangat tinggi, tapi keinginan membuat karya sangat minim agar tercipta anak-anak yang terampil dalam dunia literasi," ujarnya.

Baca juga: UIN Alauddin Gandeng Pemkab Pangkep Berdayakan Pertanian Masyarakat

Pembina OSIM MAN Enrekang, Rus'an Samad berharap, ilmu yang disajikan dapat diaplikasikan dengan baik.



"Khususnya tentang rencana pembentukan ekstra kurikuler jurnalistik MAB Enrekang, karena selama ini selalu dituntut untuk mengirim berita kepada portal Kemenag dan Kanwil Provinsi, kendalanya yaitu tidak ada siswa yang sedikit lebih profesional," pungkasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!