TOPIK TERPOPULER

Demo 100 Hari Kerja Bupati Bulukumba Ricuh, Pedemo-Satpol PP Saling Dorong

Eky Hendrawan
Demo 100 Hari Kerja Bupati Bulukumba Ricuh, Pedemo-Satpol PP Saling Dorong
Tangkapan layar dari video kericuhan saat demo mahasiswa PMII dan aparat keamanan di depan kantor Bupati Bulukumba, Senin (14/6).

BULUKUMBA - Demonstrasi yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan kantor Bupati Bulukumba, Senin (14/6) siang, ricuh.

Demonstrasi tersebut digelar dalam rangka menagih janji Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf di 100 hari kerjanya.

Baca juga: Rapat Pleno Golkar Ricuh, AMPI Bulukumba Minta DPD I Ambil Alih Musda

Kericuhan terekam dalam video amatir yang tersebar di media sosial. Awalnya, mahasiswa melakukan orasi. Tampak sejumlah aparat pengamanan dari Satpol PP mengawal aksi mahasiswa. Ada juga dari pegawai Pemkab Bulukumba.

Tak berselang lama, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mendatangi massa. Ia lalu menendang benda, diduga ban bekas yang dibawa mahasiswa. "Siapa ini yang bawa ban, siapa yang bakar ban," kata Muchtar seperti dilihat SINDOnews dalam video yang beredar.



Saat itulah kericuhan terjadi. Mahasiswa yang tidak terima langsung mendatangi Bupati yang dikawal Satpol PP. Aksi saling dorong pun terjadi antara dua kubu. "Jadi tadi Pak Ketua Cabang sementara orasi dan tiba-tiba Pak Bupati langsung keluar dan tendang ban, itulah awal mula terjadi kericuhan," jelas Sekretaris PMII Cabang Bulukumba, Sulfikar Asyraf.

Menurut Fikar, tindakan Satpol PP yang melakukan pengawalan merusak citra pemerintahan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf.

Baca juga: Pemkab Bulukumba Dapat Bantuan 10 Motor Sampah dari Bank Sulselbar

Lebih lanjut Fikar memperjelas maksud dan tujuan aksi yang dilakukan itu adalah hal yang baik dalam menyampaikan aspirasi.

"Kami tidak pernah mengharapkan hal itu terjadi, kami datang dan berharap bisa diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, bukan diperlakukan sebagai segerombolan penjahat," terangnya.



Fikar juga menyampaikan, aksi yang dilakukan ini guna mempertanyakan 12 poin atas program 100 hari kerja yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba. Beberapa poin dianggap belum mampu direalisasikan.

"Kita hanya meminta penjelasan terkait beberapa poin program 100 hari kerja Bupati yang belum terealisasikan. Kami datang dengan damai, bukan untuk memicu keributan," ungkapnya.

Kasubag Publikasi Setda Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad menilai, Bupati Bulukumba justru seharusnya mendapat apresiasi karena menemui para pedemo. Ini artinya kata dia, Bupati memiliki respons baik terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.



(luq)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!