TOPIK TERPOPULER

Pemkab Nunukan Jadikan Luwu Utara Lokus Studi Lapangan PKA II

Tim SINDOnews
Pemkab Nunukan Jadikan Luwu Utara Lokus Studi Lapangan PKA II
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengikuti kegiatan studi lapangan peserta PKA II Nunukan yang digelar virtual, Rabu (7/10). Foto: Humas Pemkab Luwu Utara

LUWU UTARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Povinsi Kalimantan Utara menjadikan Kabupaten Luwu Utara sebagai lokus studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) II Kabupaten Nunukan.

Luwu Utara dipilih sebagai lokus studi lapangan PKA II Kabupaten Nunukan atas rekomendasi Pusat Pelatihan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan LAN Makassar.

Baca juga: 2.706 Orang Ikut SKD CPNS di Luwu Utara, 324 Pendaftar Tak Hadir

“Pemilihan Luwu Utara sebagai lokus studi lapangan (stula) adalah pilihan yang tepat dan selektif karena dalam evaluasi kami yang mengawasi pemerintahan, profil birokrasi melayani yang sangat baik di bawah kepemimpinan ibu Indah, menjadikan Luwu Utara sebagai sumber belajar,” ungkap Kepala Pusat Pelatihan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan LAN Makassar, Taufik, kemarin.

Taufik mengatakan, dalam birokrasi yang melayani banyak inovasi dan kreativitas yang telah dihasilkan Pemkab Luwu Utara, baik di tingkat provinsi maupun nasional. “Ini menjadikannya sebagai role model, dan direplikasi oleh daerah lain,” terangnya.



Untuk itu, kata dia, pemilihan Luwu Utara sebagai pusat belajar sudah sangat tepat. “Inilah alasan kami membawa pejabat eselon III Pemda Kabupaten Nunukan untuk belajar di Luwu Utara,” sebut dia.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, yang juga mengikuti kegiatan ini secara virtual dari Ruang Command Center menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Nunukan yang telah memilih Luwu Utara sebagai lokus studi lapangan, tepatnya di Dinas PMPTSP dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Indah menjelaskan, pascabencana banjir bandang, pemkab telah menyusun Rencana Rehabilitas dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) banjir bandang yang desain penanganannya sampai 5 tahun ke depan, sejalan dengan penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi nasional.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Bawa Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir Walmas



(luq)

halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!